Guarrantor Gila Ini Akan Bantu Selesaikan Hutang RI - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Guarrantor Gila Ini Akan Bantu Selesaikan Hutang RI

Satuchannel.com, Kota Malang – Total utang Republik Indonesia sampai saat ini terus bertambah. Bahkan hingga era pemerintahan Jokowi saat ini utang negara Indonesia kepada bank dunia mencapai angka yang sangat fantastis meningkat tajam sampai dengan Rp.10.674 triliun. Total utang ini belum ditambah dari rezim orde lama hingga reformasi. Hal ini dikemukakan oleh As Hadi Notonegoro selaku Guarrantor Djawa Dwipa Internasional.

“ini merupakan keprihatinan yang sangat tinggi terutama terhadap regenerasi penerus bangsa dihadapkan dengan hutang negara yang belum terselesaikan,” ungkap pria dengan sapaan akrab guarantor gila itu kepada rekan media saat konferensi pers di Hotel Splendit Inn Kota Malang, dengan tema “Pembukaan Mengawali Tatanan Organisasi Dunia Baru Era Globalisasi”.

Ia mengatakan seharusnya pemerintah Indonesia segera kembali menata sistem keuangan yang masih amburadul, hal ini menunjukkan pemerintah tidak serius dalam pengelolaan keuangan bangsa.

“Sri Mulyani sebagai Menkeu sudah saatnya bergerak dan bertanggung jawab atas utang-utang itu,” ungkap Hadi.

Tambahnya, bahwa uang yang sekarang beredar tidak ada nilainya di negara lain, karena keabsahan pencetakan uang yang belum ada dasar penjaminnya. Ia berharap pemerintah segera melunasi utang-utangnya sehingga tidak menyengsarakan generasi penerus bangsa. Dalam waktu dekat ini, Ia akan agendakan bertemu dengan mentri keuangan Sri Mulyani dan juga Presiden Joko Widodo.

Ketika ditanya tindak lanjut solusi penyelesaian utang negara dengan enteng guarantor gila itu menjawab akan menyelesaikan utang Indonesia dengan aset yang dimiliki oleh Djawa Dwipa.

“Seluruh harta saya sudah saya hibahkan untuk kemajuan negaraku ini, beserta aset-aset yang dimiliki Djawa Dwipa,” ungkapnya.

Dengan itu, ia berharap pemerintah bisa bekerjasama dengan Djawa Dwipa dalam menata kembali keuangan negara serta mengawali pembukaan organisasi tatanan dunia baru dengan tidak memandang suku, agama dan ras.(swan)

Kanal Terkait