Gerhana dalam Sejarah dan Peristiwa Berbagai Belahan Dunia | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
tagar.id
Ilustrasi fenomena terjadinya gerhana disaksaikan langsung oleh masyarakat kuno pada zaman dahulu (Foto: Tagar.id)
HIGHLIGHT RISET

Gerhana dalam Sejarah dan Peristiwa Berbagai Belahan Dunia

SATUKANAL, MALANG- Dalam peristiwa sejarah, banyak yang beranggapan bahwa fenomena gerhana merupakan bagian dari firasat atau pertanda akan datangnya suatu kejadian besar.

Layaknya Herodotos selaku Sejarawan Yunani Kuno yang menyebutkan bahwa Thales dari Miletos yang memprediksi sebuah gerhana yang terjadi pada saat pertempuran antar Bangsa Made dan Bangsa Lydia. Alhasil, catatan sejarahnya mengatakan saat pertempuran antar bangsa tersebut terhenti.

Datangnya gerhana di tengah-tengah peperangan berlangsung, menjadikan pertempuran tersebut tidak sampai selesai alias berakhir bubar cuma-cuma tanpa ada kemenangan dari kedua pihak.

Di masa yang lebih tterkini, catatan sejarah mengenai gerhana matahari juga amat berguna bagi sejarawan. Waktu terjadinya gerhana dapat dihitung dengan tepa,t sehingga bisa dihubungkan untuk menduga tanggal peristiwa-peristiwa lain maupun penanggalan kuno.

Seperti halnya catatan Asiria menyebutkan sebuah gerhana matahari di Niniwe sebuah kota kuno di tepian Timur Sungai Tigris, dalam sebuah peristiwa yang agaknya terjadi pada pemerintahan Ashur-dan III yang terjadi pada tahun ke-9 pada saat pemerintahannya.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Khofifah Positif Covid-19, Begini Penuturannya

Dengan perhitungan astronomi gerhana tersebut, yang kini disebut dengan Gerhana Asyur terjadi pada tepat pada 15 juni 763 SM. Juga dimungkinkan penanggalan bukan hanya masa pemerintahan Ashur-dan III, tetapi juga interpolasi peristiwa-peristiwa lain dari Asiria Kuno hingga 910 SM.

Dikutip dari Astronomy and Geophysics, University Cambridge, Colin J Humphreys dan Greme Waddington mengatakan dan sekaligus menduga bahwa pada zaman Yosua, peristiwa gerhana matahari cincin terjadi pada 30 Oktober 1207 SM. Kejadian itu dia pergunakan untuk memperkirakan masa pemerintahan pada saat Raja Firaun Mesir Kuno.

Herodotos juga menyebutkan peristiwa gerhana terjadi juga pada saat sebelum Kaisar Xerxes I pergi menyerang Yunani. Dari sejarah tradisional, serangan Xerxes terjadi pada 480 SM yang juga dimungkinkan cocok dengan terjadinya gerhana matahari cincin di Sardis, sebuah daerah kuno yang terletak di Turki.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Khofifah Positif Covid-19, Begini Penuturannya

Di Tiongkok, catatan gerhana dimulai dari 720 SM, dimulai oleh Shi Shen yang merupakan ahli falak pada abad ke-4 SM. Shi Shen memprediksi gerhana menggunakan posisi relatif matahari dan bulan.

Pada masa yang sama, belahan bumi barat saat itu masih belum banyak catatan mengenai peristiwa gerhana yang ditulis sebelum 800 SM.

Gerhana matahari total baru diamati pertama kali melalui teleskop di Prancis pada 1706. Selang sembilan tahun kemudian, barulah ahli astronomi asal Inggris Edmund Halley memprediksi gerhana matahari pada 3 Mei 1715.

    Kanal Terkait