Gelar Hari Kartini di KBP, Dorong Perempuan Muda Peduli - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Gelar Hari Kartini di KBP, Dorong Perempuan Muda Peduli
BERITA HIGHLIGHT

Gelar Hari Kartini di KBP, Dorong Perempuan Muda Peduli

SATUKANAL.com, MALANG– Perayaan Hari Kartini pada bulan ini, selalu meriah setiap tahunnya. Tak terkecuali di Kampung Budaya Polowijen (KBP). Rabu 21 April tepatnya, di sore hari meskipun menjelang buka puasa bersama, tak ada niat mengurungkan kegiatan memperingati hari spesial ini.

Justru acara yang di inisiasi oleh Mahasiswa Magang Kerja (On The Job Training) di KBP dari D3 Perjalanan Wisata Program Diploma Kepariwisataan, Universitas Merdeka dalam kemasan Buber Bersama Kartini di KBP mampu menampilkan ragam pesona seni tradisi dan budaya.

Koordinator acara, Ita Wijayanti membeberkan seluruh roundown acara. Diantaranya menyanyikan lagu-lagu nasional, mendongeng, fashion kebaya, baca puisi, deklamasi, orasi budaya dan tari tradisional. Jelang buka puasa bersama, mahasiwa membagikan doorprize pada anak-anak KBP.

Baca Juga :  Menteri PPA : Physical Social Penting Untuk Hilangkan Trauma

“Memang ini pentasnya anak-anak KBP yang ternyata bukan hanya jago menari topeng saja, tapi kesenian lainnya. Ini penting melakukan promosi wisata budaya, dimana KBP satu-satunya kampung yang paling eksis. Konsisten dalam berkesenian di kampungnya,” katanya. Kegiatan event seni budaya di KBP menjadi contoh nyata Kota Malang sebagai Kota MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition).

Di sela acara, Ki Demang sebagai penggagas KBP memberikan keterangan pada awak media. “Kegiatan kartini-an yang rutin di selenggarakan di KBP adalah murni memberikan ruang apresiasi bagi kaum perempuan, untuk bergerak berkarya dengan mengekspresikan seni budaya” jelasnya. Dominasi perempuan di KBP menjadi pilihan alternatif bagi perempuan untuk lebih unggul dalam berseni dan budaya.

Baca Juga :  Permudah Peserta UTBK SBMPTN Ke Lokasi Ujian, UB Siapkan Fasilitas Shuttle Bus

“Selama ini kegiatan latihan menari, membatik, seni rupa, mocopat, gamelan dam kuliner tradisional memang lebih banyak di perankan oleh perempuan”. Ungkap pria yang bernama asli Isa Wahyudi tersebut. Dengan kegiatan itu pendidikan karakter, budi pekerti, etika, sopan santun dan kebiasaan sebagai orang jawa akan lebih mudah tertanamkan.

 

 

 

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait