SATUKANAL.COM
BERITA

Gelar Aksi, Warga Dawuhan Lor Pendukung Irawan Tidak Puas Dengan Sikap Pemkab Lumajang

Bakal calon Kepala Desa Dawuhan Lor Irawan Yudi Priyanto mengaku tidak puas dengan sikap yang diambil Pemkab Lumajang dalam menyikapi aksi demo pada hari ini, Senin (23/9), dan menilai Pemkab tetap tetap memihak kepada Panitia Pilkades di desa itu.

Aksi demo digelar pada hari ini digelar di depan Pemkab Lumajang, yang kemudian perwakilan pendemo ditemui Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati.

Pertemuan berlangsung kurang lebih satu setengah jam di ruang terbatas Pemkab Lumajang. Namun begitu keluar dari ruangan tersebut, Irawan Yudi Priyanto kelihatan tidak puas dengan keputusan Pemkab Lumajang yang dinilainya tidak memberikan ruang kepada dirinya untuk lolos sebagai calon Kades Dwauhan Lor Kecamatan Sukodono Lumajang.

“Saya tidak puas dengan hasil pertemuan hari ini. Bu Wabup tampaknya masih menganggap panitia yang benar. Dan dalam klarifikasi pada hari ini panitia tidak dihadirkan,” kata Irawan Yudi Priyanto.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Begitu keluar dari kantor Pemkab Lumajang, massa yang menunggu diluar pagar Kantor Pemkab Lumajang tidak mau pulang dari kembali melakukan orasi meminta bertemu dengan Bupti Lumajang H. Thoriqul Haq.

Bupati Lumajang yang baru selesai rapat diruangan yang lain langsung menemui para demonstran dengan cara lesehan di Alun-Alun Utara Lumajang. Bupati memberikan kesempatan kepada warga untuk berbicara, termasuk bakal calon Kades Dawuhan Lor Irawan Yudi Priyanto.

“Ya soal penambahan persyaratan oleh panitia yang tidak sesuai Perbub itu memang salah, tapi anda sendiri sebagai calon juga salah karena masih ada satu persyaratan yang kurang sampai batas waktu yang ditentukan,” kata Bupati Lumajang.

Irawan Yudi Priyanto dan timnya mengajukan tujuh tuntutan, salah satunya meminta untuk dibuka pendaftaran ulang karena menilai panitia sengaja menambah persyaratan agar dirinya terlambat mendaftar.

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

Sementara Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati menyatakan, bahwa sesuai dengan aturan, penutupan pada jam 14.00, maka pendaftatan harus ditutup dan hal itu berlaku diseluruh Kabupaten Lumajang.

Wakil Bupati juga menyatakan, jika memang tidak puas dengan keputusan ini, pihaknya mempersilahkan Irawan Yudi Priyanto dan timnya membawa masalah ini ke jalur hukum.

Sebagaimana diketahui, Irawan gagal mendaftar sebelum pukul 14.00, karena panitia meminta tambahan legalisir sebanyaik 8 lembar dari yang seharusnya hanya 3 lembar. Sedangkan Irawan Yudi Priyanto juga kekurangan satu persyaratan surat keterangan dari Camat Sukodono tentang tidak pernah menjabat sebagai Kades selama tiga kali berturut-turut.

Kanal Terkait