Gapoktan Lestari Makmur, Inisiasi Pertanian Modern di Kabupaten Kediri | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Gapoktan Lestari Makmur, Inisiasi Pertanian Modern di Kabupaten Kediri
ADVERTORIAL HIGHLIGHT KABUPATEN KEDIRI STRAIGHT NEWS

Gapoktan Lestari Makmur, Inisiasi Pertanian Modern di Kabupaten Kediri

SATUKANAL.com, KEDIRI – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lestari Makmur, melakukan penerapan sistem pertanian modern, di Desa Sumberejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.

Sistem pertanian modern dilakukan dengan pembuatan perancangan desain pengairan yang sistematis, serta didukung dengan cara tanam organik.

“Pertanian modern sistemnya, dari tandon air di alirkan ke semua tanaman melalui paralon dan selang. Diberi lubang pada setiap tanaman agar terkontrol dan lebih hemat. Soalnya pengairan tanpa bahan bakar diesel,” kata Ketua Gapoktan lestari Makmur, Muhammad khalam Ghozi, kepada Satukanal.com, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga :  Dhoho Street Fashion Tetap Digelar Ditengah Pandemi

Disebutkan, sistem penerapan pertanian modern juga dilakukan dengan komposisi organik pada lahan seluas 1,5 Hektar. Dengan berbagai tanaman Holtikultura seperti Nanas, Alpukat, dan Cabai.

Ghozi juga mengungkapkan, perbandingan hasil tanaman yang diterapkan jauh lebih unggul dibanding dengan pada umumnya. Hasil dari perkembangan tanaman Alpukat misalnya, belum sampai waktu satu tahun sudah memepunyai pohon tinggi dan lebat.

“Perbedaannya kalau setelah buah pertama, dibuah kedua itu sulit. Tapi kalau organik, setelah buah pertama dan dilanjut buah kedua, untuk buah cukup lumayan banyak,” ucapnya.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Kediri, Mulai Lakukan Penyortiran Pelipatan 1.265.900 Surat Suara

Dalam penerapan komposisi organik, dirinya sedang mengembangkan dari berbagai kotoran sapi, kambing ayam petelur, dan urine sapi.

Dari berbagai kotoran tersebut nantinya difermentasi didalam drum berkapasitas 100 liter, dicampur bakteri MA11 sebanyak 100 Liter, ditambah tetes tebu sebanyak 3 Liter, Katuk 3 Kilogram, dan air kelapa 5 Liter.

“Saya campur, dan diaduk. Kalau pakai MA11, perkiraan dalam waktu tiga hari bisa langsung dipakai. Namun kalau pakai EM4, bisa hingga satu Minggu,” tutupnya. (Adv)

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait