SATUKANAL.COM
BERITA

Gaperoma Perkirakan Volume Produksi Rokok Bisa Turun 15 Persen jika Cukai Naik

Rencana pemerintah menaikkan cukai dan harga jual eceran (HEJ) rokok membuat kalangan usaha cemas. Bahkan, Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) memperkirakan adanya kemungkinan penurunan volume produksi hingga 15 persen jika cukai benar-benar naik 23 persen dan ketentuan HEJ naik 35 persen.

Ketua Umum Gapero Malang (Gaperoma) Johni mengungkapkan bahwa keputusan pemerintah tersebut tentu akan menyebabkan dampak negatif kepada industri. “Naiknya besaran cukai dan HJE ini diperkirakan berdampak pada penurunan volume produksi sebesar 15 persen di tahun 2020,” ujarnya pada kami.

Selain dari penurunan produksi, sektor hulu hingga hilir juga akan terdampak. Mulai dari petani tembakau dan cengkeh lokal, hingga pedagang eceran. Termasuk akan meningkatkan potensi peredaran rokok ilegal atau rokok tanpa pita cukai.

“Akibatnya, ekosistem pasar rokok akan terganggu. Penyerapan tembakau dan cengkeh akan menurun sampai 30 persen, hingga bisa menyebabkan maraknya rokok ilegal,” ungkap dia.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Sebenarnya, lanjut Johni, pengusaha rokok sudah memprediksi akan adanya kenaikan cukai pada 2020 mendatang. Mengingat, pada 2019 ini tarif cukai yang ditetapkan tidak mengalami perubahan dibandingkan 2018 lalu. “Prediksinya naik paling berapa lah naik karena selama ini pemerintah menaikkan rata-rata cukai sekitar 10 persen,” ujarnya.

Selain itu, Johni menyayangkan keputusan pemerintah yang sepihak dan tergesa-gesa. Pasalnya, hingga kebijakan tersebut diumumkan, kalangan pelaku usaha tidak pernah diajak berkomunikasi.

“Kami sudah berusaha ke dirjen Bea Cukai dan ke Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Getapi jawabannya tidak masuk akal, yaitu karena tahun kemarin tidak ada kenaikan,” ucapnya.

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

Johni mengatakan, kondisi IHT (industri hasil tembakau) saat ini cenderung lesu. Sehingga, rencana kenaikan cukai tersebut akan menjadi beban tersendiri. Ditambah lagi dampak lanjutan adanya penurunan daya beli konsumen jika HEJ terlalu tinggi. “Konsumen kan nggak bisa dipaksa membeli rokok dengan harga yang lebih mahal,” tegasnya.

“Pemerintah juga apakah sudah mempertimbangkan soal serapan tenaga kerja. Karena industri sudah tidak kuat menghadapi regulasi seperti ini. Jika terkait efisiensi dengan pengurangan tenaga kerja, itu kan bergantung masing-masing perusahaan. Tapi tidak menutup kemungkinan akan dipilih,” tuturnya.

Dia juga menyatakan, pihak Gaperoma berharap pemerintah mengkaji kembali kebijakan tersebut. “Harapannya, tolong pemerintah untuk membuat sebuah regulasi. Berikanlah sebuah kepastian hukum pada kami. Jangan membuat regulasi yang mematikan industri,” pungkas nya.

Kanal Terkait