SATUKANAL.COM
Gandhi: Pembeli Pasir Galian C Tak Berizin Bisa Kena Pidana
Kejaksaan saat ditemui di ruang kerjanya
BERITA HIGHLIGHT KRIMINALITAS STRAIGHT NEWS

Gandhi: Pembeli Pasir Galian C Tak Berizin Bisa Kena Pidana

SATUKANAL.com, BANYUWANGI – Maraknya penambangan pasir atau disebut galian C di Banyuwangi diduga banyak yang tak berizin, dan bagaimana dengan status pembelian pasir hasil galian C yang diduga tak berizin.

Kasubsi C Kejaksaan Negeri Banyuwangi dan Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi menjelaskan bahwa tidak hanya pelaku galian C yang tidak memiliki izin yang dapat ditempatkan hukum, namun pembeli materialnya juga bisa dipidanakan

Untuk mendapat penjelasan terkait dengan kepastian hukum pelaku galian C yang tidak memiliki izin dan juga pembeli materi dari galian C yang tidak memiliki izin, Satukanal.com lakukan wawancara dengan Aparat Penegak Hukum baik dari Kepolisan maupun Kejaksaan yang ada di Banyuwangi

Baca Juga :  Karena Hurang Hati-Hati Penumpang Motor di Banyuwangi Alami Sobek Pada Dahi

Gandhi Kasubsi C Kejaksaan Negeri Banyuwangi menjelaskan pada saat ditemui di tempat kerjanya (4/11/200)

“Pasir itu bukan barang yang ilegal, tapi saat eksplorasi tanpa izin barang itu jadi barang yang ilegal,”.

“Pembeli jika melihat secara pasti bahwa barang itu didapat dari galian C yang tidak memiliki izin itu bisa jadi orang yang turut terlibat,” ungkap Gandhi

Masih Gandhi mengungkapkan yang panas adalah pihak kepolisian untuk dakwaan pembeli itu bisa di jerat pasal.

Baca Juga :  Bupati Banyuwangi Serahkan 500 Sertifikat PTSL

“Karena ini masuk ditindak pidana umum kewenangan, untuk menindak ada di teman – teman kepolisian untuk dakwaan pembeli itu bisa pasal 480 KUHP,” imbuhnya

Pemerintah daerah bisa menampung untuk mengurus perizinan tambang galian C di Banyuwangi.

Senada dengan Gandhi, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP. M. Solikin Fery, SIK menjelaskan

”Untuk Galian C yang tidak memiliki izin dan juga pembeli materialnya bisa ditempatkan hukum dan ada pasalnya masing – masing, kita lihat dulu masalah nya seperti apa,” tuturnya.

Pewarta: Abdul Konik
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait