Galang Dukungan, Paguyuban Pekerja Koran Sindo Sambangi Kota Malang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Galang Dukungan, Paguyuban Pekerja Koran Sindo Sambangi Kota Malang

Satuchannel.com, Kota Malang – Pekerja koran Sindo  Jawa Timur Paguyuban Karyawan lakukan road show ke sejumlah daerah. Mereka menggalang dukungan dan donasi melawan manajemen PT Media Nusantara Informasi (MNI) anak perusahaan Media Nusantara Citra (MNC) Grup.

“Sekitar 30 pekerja yang dipecat, dimutasi sepihak,” ujar Ketua Paguyuban Tarmuji Talmacsi, Jumat sore (21/7).

Mereka menggelar diskusi bertema kondisi perburuhan di industri media yang dilaksanakan di Warung Oase Malang. Diskusi dihadiri sekitar 20 karyawan Sindo, jurnalis dan mahasiswa.

Diskusi bersama paguyuban karyawan Sindo (AJI Kota Malang)

Di diskusi tersebut, mereka juga menggalang dana dengan menjual kaus sebagai bentuk memperkuat perjuangan paguyuban. Tak hanya itu, mereka juga mendirikan warung kopi dan band.

“Kreativitas ini bertujuan untuk menambah logistik selama bersengketa.” tambah Tarmuji.

Terkait perjuangan mereka, sejauh ini telah mengadakan pertemuan bipartit, namun tak ada hasil. Saat ini pihaknya tengah mengajukan pertemuan tripartite bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya. “Surat pemecatan diberikan sesaat sebelum lebaran. Tak ada peringatan sebelumnya,” kata Tarmuji.

Diskusi bersama di Kota Malang (AJI Kota Malang)

Di sisi lain, PT MNI memberikan pesangon kecil tak sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja. Bukan itu saja, mutasi dilakukan sepak oleh manajemen ke anak perusahaan yang tak terkait bisnis media. Maka dari itu pihaknya, menuntut PT MNI memenuhi aturan ketenagakerjaan.

Mereka juga tengah menggalang dukungan ke sejumlah Biro Koran Sindo di seluruh daerah. Total, sebanyak 300 an karyawan koran Sindo yang mengalami nasib yang sama.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Hari Istiawan mendukung gerakan paguyuban karyawan Koran Sindo Jawa Timur.

“Kasus ini bisa menjadi pelajaran dan refleksi seluruh jurnalis. Pemecatan ini bisa dialami siapa saja. Sewaktu-waktu,” ujarnya.

Ia menambahkan memperjuangkan kasus sengketa perburuhan dapat dilakukan melalui Serikat Pekerja. Namuj sejauh ini dari 2.300 perusahaan media hanya ada 26 serikat pekerja. Maka dari sanalah, perlu dibangun kesadaran berserikat.

Kanal Terkait