Gajah Oling, Motif Batik Banyuwangi Yang Dipercaya Dengan Unsur Magisnya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Gajah Oling, Motif Batik Banyuwangi Yang Dipercaya Dengan Unsur Magisnya
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Gajah Oling, Motif Batik Banyuwangi Yang Dipercaya Dengan Unsur Magisnya

SATUKANAL.com, BANYUWANGI– Sebagai wilayah paling ujung timur di pulau Jawa, Kabupaten Banyuwangi juga memiliki batik yang patut diperhitungkan keberadaannya. Salah satu motif khas batik Banyuwangi dikenal dengan nama Gajah Oling.

Motif Gajah Oling merupakan motif yang terinspirasi dari belalai gajah dan uling (sejenis ular yang hidup di air). Secara filosofis, bentuk ini mengartikan bahwa gajah adalah hewan bertubuh besar yang menyimbolkan maha besar dan oling yang berarti uling memiliki makna eling atau ingat. Maka, motif ini mempunyai arti, sebagai manusia hendaknya selalu ingat kepada Tuhan yang Maha besar.

Unsur utama motif batik ini yaitu bentuk belalai gajah dan uling berbentuk tanda tanya. Selain itu, unsur pendamping lainnya yakni seperti kupu-kupu, suluran  (semacam tumbuhan air), dan maggar (bunga pinang atau bunga kelapa).

Saat dulu, batik Gajah Uling digunakan masyarakat untuk menggendong anak-anak mereka ketika masih kecil. Jarik motif Gajah Uling itu dipercayai mampu membuat anak-anak tidak diganggu mahluk halus, khususnya saat keadaan sore menjelang petang atau samarwulu.

Karena, waktu samarwulu  merupakan waktu paling berdekatan antara pintu manusia dengan mahluk ghaib. Sehingga, banyak yang mempercayai jika mahluk ghaib pada waktu itu kerap hilir mudik dan dianggap berbahaya bagi bayi atau anak-anak. Apabila terpaksa harus membawa anak atau bayi mereka, salah satu cara yang diyakini yaitu menggendong dengan jarik bermotif Gajah Oling ini agar tidak diganggu oleh mahluk halus.

Baca Juga :  Ratusan Burung Dilepas KPH Perhutani Banyuwangi Selatan dan PT. BSI, Untuk Basmi Hama Ulat

Masyarakat Banyuwangi khususnya Osing percaya bahwa gajah Oling bukan hanya sekedar motif, namun juga memiliki unsur magis di dalamnya. Keampuhannya dipercaya dapat menenangkan anak-anak bayi yang rewel atau menangis. Caranya yakni dengan digendong menggunakan jarit bermotif Gajah Oling. Hingga kini, masyarakat pedesaan khususnya para orang tua dahulu masih banyak yag meyakini bahwa Gajah Oling bukanlah sembarang motif. Namun motif ini memiliki unsur-unsur mistis.

Baca Juga :  Gejolak Dunia Olahraga Tinju di Banyuwangi Terus Bergulir

Motif Gajah Oling menjadi salah satu motif yang banyak dikreasikan. Meski demikian, motif ini senantiasa ada dan selalu dilestarikan. Saat ini, sedikitnya ada 22 motif batik Banyuwagi yang tersimpan di Museum Budaya Banyuwangi, diantaranya yaitu Gajah Oling, Kangkung Setingkes, Paras Gempal, Kopi Pecah, Sekar Jagad, Alas Kobong, Gedekan, Ukel, Moto Pitik, Sembruk Cacing, Blarak Semplah, Gringsing, Semanggian, Garuda, Cendrawasih, Latar Putih, Sisik Papak, Maspun, Galaran, Dilem Semplah, serta Joloan dan Kawung. Jumlah ini belum termasuk dengan motif-motif batik lain yang belum diberi nama.

 

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor:  Redaksi Satukanal

Kanal Terkait