Gabungan Kepolisian, Lakukan Sterilisasi Anti Teror di 8 Gereja Kota Kediri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Gabungan Kepolisian, Lakukan Sterilisasi Anti Teror di 8 Gereja Kota Kediri
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Gabungan Kepolisian, Lakukan Sterilisasi Anti Teror di 8 Gereja Kota Kediri

SATUKANAL.com, KEDIRI – Menjelang perayaan ibadah Misa Natal, Gabungan Satuan Brimob dan Kepolisian Resort Kota (Polresta) Kediri, melakukan sterilisasi ke-delapan (8) Gereja besar yang berada di Kota Kediri, Kamis (24/12/2020).

Sterilisasi dilakukan didalam maupun lingkungan delapan gereja besar Kediri, bertujuan untuk memberi rasa nyaman dan aman dari ancaman terorisme ataupun yang lainnya. Kedelapan geraja tersebut yakni Gereja Merah Kediri, GKJW Jemaat Kediri, Gereja Pusat Pantekosta Indonesia, Gereja St. Vincentius A Paulo, Gereja Santo Yosef, Gereja Puhsarang, Gereja Pantekosta Kediri, dan Gereja Bethel Indonesia.

“Saya mewakili Kapolres memimpin Brimob dan K-9, dan Sabhara. Untuk melakukan sterilisasi, khususnya di-8 gereja besar yang sudah menyampaikan jadwal untuk melaksanakan Misa Natal. Khsusunya sore, sampai malam nanti,” kata Wakapolres Kota Kediri, Kompol Wachid Arifaini, kepada Satukanal.com, Kamis (24/12/2020).

Baca Juga :  Umat Tionghoa Kediri Siapkan Perayaan Tahun Baru 2572 Imlek, di Masa Pandemi

Selain melakukan penyisiran ke-8 Gereja Kota Kediri, dirinya juga menyampaikan jumlah personil yang diturunkan dalam pengamanan dalam satu gereja sejumlah 15 personil. Untuk pengamanan perayaan hari natal tanggal 25 Desember 2020.

Sementara itu, Wahyu Maitimu, selaku Ketua 3 Gereja Merah Kota Kediri, megucaokan terimakasih kepada kepolisian terkait pemeriksaan yang dilakukan di gereja merah tersebut. Sterilisasi tersebut dikatakan dalam persiapan ibadah pada tanggal 24 dan 25 Desember 2020, hingga tanggal 1 Januari 2021 mendatang.

Baca Juga :  Pembaharuan Aturan Vaksinasi Tahap Dua di Kota Kediri

“Pelaksanaan ibadah natal nantinya akan kita laksanakan secara daring. Sedangkan persiapan jumlah peserta didalam gereja hanya sebanyak 50 orang, dan itu hanya khusus jemaat saja,” ucap¬† Wahyu Maitimu.

Dirinya juga menambahkan, untuk peserta jemaat yang boleh mengikuti hanya khusus jemaat Gereja merah saja. Sedangkan untuk jemaat lain, tidak diperbolehkan untuk mengikuti perayaan.

“Pihak gereja menyiapkan fasilitas prototokol ksehatan dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak,” tutupnya.

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait