SATUKANAL.COM
BERITA

Fokus Pilpres, Data Pileg 2019 Masih Belum Bisa Diakses Masyarakat

Hampir seluruh penyelenggara pemilu 2019 masih fokus pada hasil hitung suara pilihan presiden (pilpres). 

Tak terkecuali di Kabupaten Malang yang sampai saat ini, baik di tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten masih bergelut dengan rekapitulasi suara.

Data dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Malang, sampai saat ini konsentrasi penyelenggara masih di pilpres. 

Sehingga untuk rekapitulasi suara pileg, baik DPR, DPRD Provinsi sampai DPRD Kabupaten Malang, masih belum terdata secara lengkap.

“Sampai pukul 12.00 WIB tadi, masih rekapitulasi pilpres dengan prosentase sekitar 75 persen yang telah masuk. Untuk pileg kita masih belum pegang data secara lengkap. Dimungkinkan, masih dalam proses di tingkat desa atau kecamatan,” kata Bachrudin Kepala Bakesbangpol Kabupaten Malang, Kamis (18/04/2019) kepada kami.

Pernyataan Bachrudin terkait data pileg 2019 yang belum dipegang pihaknya tersebut juga dilandasi dengan tidak diberlakukannya sistem distribusi rekapitulasi suara. 

Dari tingkat kecamatan ke desk Bakesbangpol Kabupaten Malang, seperti pemilu-pemilu terdahulu. 

“Jadi memang berbeda untuk pemilu 2019 ini. Desk pemilu di pihak kita sudah tidak ada. Sehingga data untuk pemilu yang biasanya kita terbilang cepat juga harus menunggu,” ujarnya.

Dari pengamatan kami, rekapitulasi suara di tingkat desa di Kabupaten Malang, memang masih belum terselesaikan semuanya.

Khususnya di desa-desa yang memiliki DPT banyak. 

Sebagai contoh, di wilayah Kecamatan Kromengan yang sejak berita ditulis masih terdapat desa yang masih melakukan rekap di tingkat desa.

“Memang dari data kami masih menunggu beberapa desa yang belum selesai. Sehingga data belum masuk semua,” ujar Bachrudin.
 

Data di KPU RI, data untuk pileg untuk DPR RI secara nasional masih sekitar 0,20 persen atau 1.630 TPS dari total 813.350. Data tersebut sampai pukul 13.15 WIB.

Dimana, untuk DPR RI hanya 9 partai yang meraup prosentase ambang batas parlemen.

Yakni, PDI-Perjuangan menempati posisi teratas dengan angka sekitar 20,20  persen lebih. 

Diikuti Gerindra dengan prosentase 12,82 persen, Partai Golkar dengan angka 11,71 persen.

Selanjutnya  PKB (9,39 persen), PKS (8,56 persen), Nasdem (8,13 persen), Demokrat (8,09 persen), PAN (6,57 persen) dan PPP (4,65 persen).

Dimana dari 80 wilayah secara nasional, ada 34 wilayah yang datanya belum tersedia. 7 berasal dari wilayah Jawa Timur (Jatim), yakni Jatim I, II, VI, X, XII, XIII dan XVI.

Data KPU memperlihatkan untuk DPRD Provinsi Jatim hampir tidak jauh berbeda dengan kondisi di tingkat pusat. 

Dimana PDI-Perjuangan mengantongi 30,19 persen, Gerindra 8,06 persen, PKB 10,98 persen dan Golkar meraup 7,84 persen.
 

Diikuti Nasdem (8,66), PKS (5,09), PAN (6,96) dan Demokrat (7,88).
Sisanya adalah Partai Garuda (0,86), Berkarya (2,06), Perindo (2,86), PSI (3,59). 

Termasuk partai lama yang terlihat terpuruk di pemilu 2019 yaitu PPP yang hanya mendulang 2,86 persen dan Hanura hanya 1,65 persen. 

Data tersebut berasal dari 244 TPS di Jatim yang totalnya 130.179 TPS. Atau masih sekitar 0,18 persen suara dari total yang ada.

Untuk ditingkat DPRD Kabupaten/Kota, sampai berita dibuat masih belum ada data atau data belum tersedia. 

Kanal Terkait