Fokus Kelola Sampah Jadi Barang Berharga, Pemkab Malang Rencana Bangun PLTS hingga Sukses Ubah Sampah Jadi Gas Metan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Fokus Kelola Sampah Jadi Barang Berharga, Pemkab Malang Rencana Bangun PLTS hingga Sukses Ubah Sampah Jadi Gas Metan
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Fokus Kelola Sampah Jadi Barang Berharga, Pemkab Malang Rencana Bangun PLTS hingga Sukses Ubah Sampah Jadi Gas Metan

Satukanal.com, MalangPemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mewacanakan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS). Namun, hingga saat ini rencana PLTS tersebut ternyata belum dapat dipastikan kapan bakal direalisasikan karena menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

Pada bulan Februari 2021 lalu, Pemerintah Kabupaten Malang melakukan Video Conference dengan Deputi Kemaritiman Energi dan Pengelolaan Kekayaan. Dalam Video Conference tersebut turut membahas prihal Energy terbarukan PLTS.

Selain itu, penawaran sejuta listrik tenaga surya, juga dipaparkan oleh pihak Deputi Kemaritiman Energy dan Pengelolaan Kekayaan Laut kepada Kabupaten Malang serta fasilitas Vulkanology Park di Ringin Anom untuk menunjang pariwisata Bromo Tengger Semeru (BTS).

Bupati Malang Sanusi menyampaikan bahwa, PLTS ini rencanannya akan dibangun di wilayah Desa Randuagung Singosari, Kabupaten Malang. “Saat ini Bapenda sedang menyusun proposalnya untuk kemudian InsyAllah di awal maret setelah pelantikan saya akan menghadap ke Menko,” Ujar Sanusi.

Meski telah menentukan dan menyiapkan lahan untuk PLTS, namun Sanusi masih belum bisa memastikan berapa luas lahan yang akan diperuntukkan guna merealisasi PLTS tersebut

PLTS ini menjadi salah satu solusi agar mengurangi volume sampah di wilayah Malang Raya. Karena adanya program ini bukan hanya untuk Kabupaten Malang, akan tetapi semua sampah yang ada di Kota Malang dan Kota Batu akan diarahkan ke Desa Randuagung Singosari untuk dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik.

Baca Juga :  Mengingat Kembali Pertemuan Terseru Arema FC vs Barito Putera

“Semua sampah di area Malang Raya akan diarahkan kesana (Desa Randuagung). Sebagai material yang nantinya akan dikelola menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah,” Ungkap sanusi.

Sanusi menjelaskan, hal ini sangat penting bagi kemajuan masyarakat Kabupaten Malang. Pasalnya, beberapa waktu lalu tentang Energy baru terbarukan ini sudah dibahas dengan Ketua Komisi VII DPR RI.

Sanusi juga mengaku telah melakukan koordinasi bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) untuk merealisasikan pembangunan PLTS di Kabupaten Malang tersebut. ”Sudah ada pembicaraan dengan Pemprov, Pemkab Malang akan terus mendorong program dari pusat ini,” Ujarnya.

Adanya PLTS ini, sampah yang ada di Kabupaten Malang semakin bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Sehingga, sampah tidak hanya sekedar menjadi sampah saja, namun juga bisa menjadi barang berharga.

Sanusi optimistis pencemaran di sektor lingkungan hidup khususnya yang ada di Kabupaten Malang bisa semakin dikendalikan karena banyaknya berbagai terobosan di bidang pengelolaan sampah.

Sebagai informasi, selain rencana pembangunan PLTS. Pemerintah Kabupaten Malang juga turut meminta kalangan pemuda untuk berpartisipasi aktif pada sektor kepedulian terhadap pengelolaan sampah di Kabupaten Malang.

Baca Juga :  Gunakan Inquiry Learning, Hadapi Tantangan Pembelajaran 4.0

Penyataan itu disampaikan sanusi saat menghadiri acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 pada Selasa (2/3/2021). Digelarnya acara ini dilakukan guna menggugah para pemuda untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan sampah, agar sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan dan memberikan nilai jual seperti di TPA Talangagung.

Sampah-sampah di TPA Wisata Edukasi Talangagung ini dapat menjadi salah satu hal bermanfaat yakni, pemanfaatan sampah menjadi gas metan yang tentunya bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat. Sejauh ini sudah ada 300 Kepala Keluarga (KK) yang telah memanfaatkan gas metan yang dihasilkan dari pengelolaan sampah di TPA Talangagung.

Pemanfaatan sampah menjadi gas metan ini sendiri menggunakan metode sanitary landfill, yakni proses pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi tertentu, sebelum akhirnya dipadatkan dengan cara menimbunya dengan tanah. Sehingga, gas metan yang dihasilkan bisa bermanfaat sebagai pengganti gas elpiji.

Berkat trobosan baru tersebut, Bupati Sanusi menyampaikan bahea sudah ada sekitar 150 Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten/Kota hingga Provinsi yang ikut menggali informasi dari Pemkab Malang terkait pemanfaatan pengelolaan sampah menjadi gas metan.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait