Filosofi Beragam Sajian Khas di Malam 1 Suro - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Filosofi Beragam Sajian Khas di Malam 1 Suro
Nasi tumpeng (istimewa)
BERITA Kanal Artikel

Filosofi Beragam Sajian Khas di Malam 1 Suro

Satukanal.com, Nasional – Perayaan tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H yang jatuh pada hari ini Selasa, 10 Agustus 2021, Sehingga bisa dipastikan malam 1 Suro pada kalender Jawa, jatuh pada hari Senin, 9 Agustus 2021 kemarin.

Tahun Baru Islam di beberapa daerah di Indonesia dirayakan dengan mengadakan syukuran, memanjatkan doa, dan pastinya bersantap bersama.

Diketahui, ada beberapa sajian khas 1 Muharram atau 1 Suro yang memang harus ada karena nilai yang terkandung di dalamnya. Lebih lanjut, berikut beberapa sajian malam suro yang kerap kali ditemukan.

1. Bubur Suro

Bubur suro selalu hadir saat Tahun Baru Islam yang bertepatan dengan 1 Suro di kalender Jawa. Resep yang digunakan pada bubur suro cukup berbeda dari bubur pada umumnya, yakni jahe, santan, dan sereh.

Kombinasi bahan tersebut nantinya akan menghasilkan cita rasa sangat menggoda untuk dinikmati. Sedangkan untuk penyajiannya, bubur suro ini kerap kali disajikan dengan opor ayam ataupun juga sambal goreng dari labu siam yang memiliki cita rasa sedikit pedas.

Baca Juga :  Mulai 24 September 2021, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Menjadi Rp 45.000

Diketahui, sajian bubur suro merupakan sebuah sarana doa untuk mendapat keselamatan, umur panjang, dan rejeki yang lancar. Bubur suro akan disiapkan untuk ritual doa. Setelah didoakan, bubur suro baru boleh disantap.

2. Nasi Tumpeng

Sajian iconic masyarakat Indonesia yang dikenal dengan sebutan nasi tumpeng ini juga dinobatkan sebagai bagian dari sajian khas 1 Muharram atau 1 Suro.

Sajian ini merupakan sebuah nasi yang dibentuk kerucut dengan dikelilingi oleh berbagai lauk pauk yang sangat lezat. Dibuatnya tumpeng sebagai sajian khas 1 Muharram atau 1 Suro tidak lain untuk menjadi simbol atas penghormatan Tuhan sekaligus juga leluhur.

3. Bubur Merah Putih

Bubur merah putih ini terbuat dari beras yang dimasak dengan santan, daun pandan dan bahan lain. Ada dua warna yaitu warna cokelat kekuningan dan warna putih. Rasanya gurih dan manis. Dibuatnya bubur merah putih ini juga dikenal dengan sebutan sebagai bubur Hasan dan Husein yang merupakan cucu Nabi Muhammad SAW yang wafat dalam peperangan.

Baca Juga :  Masih Pakai HP Android Lawas? Mulai Hari Ini Beberapa Tak Bisa Pakai Gmail hingga YouTube

4. Kue Apem

Masyarakat Jawa biasanya menyajikan kue apem pada malam 1 Suro. Kue ini terbuat dari tepung beras, santan, dan gula jawa. Bahan dasar kue ini tepung beras dan gula merah. Gula merah melambangkan darah, keberanian atau pengorbanan. Sementara kue apem berwarna putih sebagai simbol kesucian.

5. Ayam Ingkung

Ayam ingkung juga menjadi sajian khas 1 Suro. Dimasak untuk dimakan bersama warga kampung atau sanak kerabat. Cara memasaknya pun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Dengan daging lembut dan rasa gurih yang dihasilkan dari memasak ayam bersama santan, biasanya ayam ingkung disajikan bersama nasi uduk atau nasi kuning.

Selain itu, hidangan ayam ingkung memiliki arti mengayomi, diambil dari kata jinakung dalam Bahasa Jawa kuno dan manekung yang artinya memanjatkan doa. Ayam juga dipilih sebagai bahan pokok dalam hidangan ini karena memiliki arti dan makna tersendiri.

 

 

Pewarta : Viska
Editor : Adinda

Kanal Terkait