SATUKANAL.COM
Cuplikan Foto Film Pekik Sunyi Kemerdekaan
BERITA HIGHLIGHT KANAL FIGUR KANAL VIRAL KOTA KEDIRI STRAIGHT NEWS

Film Pendek “Pekik Sunyi Kemerdekaan” Besutan FilmMakker Asal Kota Kediri Raih Nominasi di Perlombaan Kemenkraft

SATUKANAL, KEDIRI –  Film pendek bertajuk “Pekik Sunyi Kemerdekaan” karya filmmakker asal Kota Kediri berhasil masuk menjadi finalis di ajang perlombaan yang diadakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkraft) 2020.

Film berdurasi 3 menit yang bertemakan Perayaan Kemerdekaan oleh komunitas Difabel Tuna Rungu itu berhasil mengalahakan 2166 peserta lain dari berbagai daerah di Indonesia.

Danu Sukendro, Sutradara Pekik Sunyi Kemerdekaan mengaku, proses pembuatan film digarapnya hanya dalam waktu semalam. Dan untuk proses penggarapan naskah hanya selama 3 hari dalam proses pelaksanaan.

“Pembuatan naskah satu malam itu merupakan diluar kemampuan saya. Biasanya saya bikin naskah paling enggak dua minggu, belum lagi kalau revisi. Ini sebuah keajaiban,” ujarnya.

Baca Juga :  Operasi Patuh Semeru 2020 Mulai Digelar Senin Ini

Adapun kendala dalam proses pembuatan film ini adalah bentuk komunikasi.  Sehingga komunikasi diwaktu tersebut dibantu oleh Penerjemah khusus untuk para tuna rungu.

“Perwujudan Film ini adalah sebuah tim. Awalnya hendak ragu, bagaimana mengkondisikan 35 orang Tuna Rungu yang harus menggunakan bahasa isyarat dalam berkomunikasi, tapi ternyata mereka tertib dan semangat, luar biasa,” tuturnya.

Danu juga menyebut, Komunitas Difabel dipilihnya menjadi aktor utama dalam film ini lantaran ia ingin menunjukan bahwa cinta tanah air bukan hanya milik masyarakat umum, tapi juga dimiliki kaum Disabilitas.

Baca Juga :  Kabupaten Kediri Sudah Zona Kuning

“Dari dulu saya sudah membangun kedekatan dengan Teman-teman Gerkatin. Semenjak Liputan dan pada tahun 2015 pernah membuat film tentang fenomena tunarungu, tapi lebih ke profile kepedulian,” tuturnya.

“Cinta tanah air tidak terbatas. Ternyata di satu sisi, ada hal yang tidak diketahui. Mereka bisa menyanyikan Lagu Indonesia Raya dengan caranya sendiri. Juga Bisa membaca Proklamasi dengan cara mereka sendiri. Paling tidak itu bisa menjadi cambuk bagi masyarakat umum. Teman-teman yang punya kekurangan bisa hafal. Gimana dengan masyarakat yang lain,” pungkasnya.

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

    Kanal Terkait