Hadirkan WCC Dian Mutiara, Setda Kota Malang Gelar FGD Bahas Kesetaraan Gender 2021 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Hadirkan WCC Dian Mutiara, Setda Kota Malang Gelar FGD Bahas Kesetaraan Gender 2021
FGD secara virtual melalui zoom meeting (Foto: Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Hadirkan WCC Dian Mutiara, Setda Kota Malang Gelar FGD Bahas Kesetaraan Gender 2021

Satukanal.com, Malang –  Pada Jumat (27/08/2021) tengah digelar acara Focus Group Discussion (FGD) yang membahas mengenai pelaksanaan penyusunan kajian gender di tahun 2021. Dikarenakan masih di tengah situasi pandemi Covid-19, acara FGD kali ini digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting.

Acara FGD yang mengkaji soal gender, digelar Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Malang, turut dihadiri Woman Crisis Centre (WCC) Dian Mutiara dan juga Satukanal.com.

Dimulai pada pukul 08.30 WIB, acara pertama kali dibuka oleh perwakilan dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Malang.

Selanjutnya disambung dengan pemaparan materi dari Anindita Purnama Ningtyas selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Pada pemaparannya, dirinya menyampaikan terkait dengan definisi gender dan perbedaan antara jenis kelamin dan gender.

Diketahui, terdapat kerancuan dalam memahami arti dari gender dan jenis kelamin. Anindita menjelaskan bahwa, jenis kelamin merupakan perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara biologis sejak seorang itu dilahirkan.

Baca Juga :  PKL Stadion Kanjuruhan Boleh Buka Kembali

Sedangkan, definisi gender sendiri merupakan konsep yang mengacu pada pembedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang terjadi akibat dari dan dapat berubah oleh keadaan sosial dan budaya masyarakat. Sehingga dari definisi tadi jelas bahwa, jenis kelamin dan gender memiliki arti yang berbeda.

Pada acar FGD kajian gender, juga turut dihadiri perwakilan dari Woman Crisis Centre (WCC) Dian Mutiara yakni Sri Wahyuningsih. Dirinya menjelaskan, pembahasan terkait dengan pentingnya Sinergi dalam memberikan layanan pada perempuan

Di tengah pemaparan materinya, Sri Wahyuningsih juga menjelaskan pentingnya sinergi serta kolaborasi pentahelix yakni dengan mengikutsertakan unsur Pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu.

“Unsur pentahelix harus bersatu mencapai tujuan keadilan gender dan bukan hanya pemerintah saja,” ujar perwakilan WCC Dian Mutiara.

Dalam FGD tersebut juga turut dipaparkan Gender Analysis Pathway (GAP) yang bertujuan untuk memudahkan dalam memperoleh fakta dan data persoalan kesenjangan gender. Dari adanya persoalan yang timbul, melalui GAP nantinya solusi dan jawaban dapat terpecahkan.

Baca Juga :  Mulai 2022, BPJS Kesehatan Terapkan Kelas Standar

Diketahui, mendapatkan pendidikan merupakan hak setiap manusia, tak terkecuali untuk kaum wanita. “Sehingga, mindset perempuan tidak harus punya pendidikan tinggi itu harus dihapus dari pola pikir masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Hal tersebut senada dengan penyampaian materi dari Anindita Purnama bahwa, konsep “gender” dapat berubah dari waktu ke waktu oleh keadaan sosial dan budaya masyarakat.

Sebagai informasi, dalam FGD tersebut output kegiatan dilakukan untuk meningkatkan partisipasi anak perempuan hingga lulus jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sehingga dampak/hasil output kegiatan, dapat terwujudnya kesetaraan gender bagi anak perempuan dan anak laki-laki hingga lulus SMA. Jaminan kesejahteraan bagi perempuan juga akan menjadi lebih baik.

 

 

Pewarta : Viska
Editor : Adinda

Kanal Terkait