Fenomena Ghosting, Populer Di Pencarian Google - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Fenomena Ghosting, Populer Di Pencarian Google
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Fenomena Ghosting, Populer Di Pencarian Google

SATUKANAL.com, NASIONAL Sepanjang 2020, istilah ghosting menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari melalui pencarian google. Hal ini diungkapkan google melalui Year in Search 2020.

Ghosting memang menajdi fenomena umum di dunia kencan modern serta di lingkungan pergaulan sosial.  Hal ini lantaran banyaknya aplikasi kencan populer seperti Grindr, Tinder, Bumble dan aplikasi serupa lainnya.

Munculnya aplikasi-aplikasi tersebut membuat seseorang lebih mudah membangun relasi dengan orang yang baru dikenal atau bahkan baru ditemui.

Dikutip dari Healthline, ghosting terjadi ketika satu individu tiba-tiba menghilang dari kehidupan seseorang tanpa melakukan kontak sama sekali baik emlalui telepo,pesan singkat, email atau media lainnya.

Mesipun ghosting banyak dikaitkan dengan hubungan asmara seseorang, namun ghosting nyatanya bis aterjadi pada hubungan selain asmara seperti hubungan pertemanan, rekan kerja atau relasi dengan klien atau customer.

Dampak yang ditimbulkan tak lain yaitu menghancurkan rasa emosional bagi seseorang terutama bagi orang-orang yang memiliki harga diri yang rapuh.

Psychology Today menyebutkan bahwa dalam budaya kencan modern saat ini, sekitar 50 persen pria dan wanita menjadi korban ghosting. Bahkan beberapa diantaraya justru tidak mengetahui bagaimana harus bereaksi ketika mengalami fenomena tersebut.

Baca Juga :  Hari ini, pendaftaran SNMPTN 2021 resmi dibuka. Begini Tahapannya

Salah satu alasan yang menyebabkan menajdi krban ghosting terasa begitu tidak nyaman. Hal ini lantaran, sebah penolakan sosial dapat mengaktifkan jalur rasa sakit yang sama di otak seperti bagaimana otak memunculkan rasa sakit fisik.

Ketika penolakan  terjadi, seseorang akan merasa harga dirinya turun dan menjadi sinyal bahwa rasa memiliki kita rendah. Seseorang dengan harga diri rendah memiliki lebih sedikit opioid (penghilang rasa sakit) alami yang dilepaskan ke otak setelah mengalami penolakan dibandingkan dengan orang-orang dengan harga diri yang tinggi.

Ghosting sendiri disebut sebagai taktik yang sering dipandang oleh para profesional kesehatan mental sebagai bentuk ekkejaman emosional karena ghosting adalah langkah terakhir silent treatment. Perlakuan tersebut akan membuat seseorang merasa dirinya tidak berdaya dan tidak memiliki kesempatan untuk bertanya atau mendapatkan informasi yang dapat membantunya memproses pengalaman secara emosional.

Berikut rangkuman tim satukanal.com terkait alasan ghosting yang dilakukan seseorang:

  1. Menghindari konflik

Seseorang yang melakukan ghosting meungkin merasa lebih nyaman jika tidak pernah bertemu dengan orang tertentu daripada menghadapi potensi konflik. Selain itu, seseorang cenderung akan menghindar untuk menghindari penolakan yang mungkin terjadi ketika memutuskan relasi.

  1. Takut
Baca Juga :  Jumlah Peminat Tertinggi SNMPTN Sebelumnya, Pendidikan Dokter Universitas Jember Hanya Punya Daya Tampung 28 di 2021

Rasa takut menjadi salah satu alasan kenapa seseorang dapat meakukan ghosting. Seseorang mungkin saja takut dengan reaksi yang didapatkannya ketika memutuskan relasi. Sehingga untuk menghindarinya, orang tersebut memilih untuk melakukan ghosting.

  1. Demi diri sendiri

Jika suatu hubungan berdampak negatif pada kualitas hidup, memutus kontak dengan orang yang bersangkutan terkadang menajdi satu-satunya cara untuk mencari kesejahteeraan hidup diri sendiri tanpa harus berpisah.

  1. Kurangnya konsekuensi

Pertemuan awal atau baru membuat seseorang merasa tidak ada yang perlu dipertaruhkankarena mungkin tidak adanya kesamaan atau hal alinnya. Sehingga bagi mereka, bukan menjadi maalah besar jika tiba-tiba keluar dari relasi yang diciptakan.

Berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan, apabila merasa patah hati dan kehilangan, setelah menerima perlakuan ghosting.

  1. Menciptakan transparansi
  2. Memberi batasan waktu untuk calon pasangan
  3. Tidak menyalahkan diri sendiri
  4. Menerima kesedihan, namun tidak mencari pelarian negatif
  5. Menghubungi teman dekat
  6. Mencari bantuan profesional

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait