Fatwa MUI Jatim Sebut Rapid Tes, GeNose dan Swab Tes Diperbolehkan Saat Puasa - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Fatwa MUI Jatim Sebut Rapid Tes, GeNose dan Swab Tes Diperbolehkan Saat Puasa
BERITA Kanal Highlight

Fatwa MUI Jatim Sebut Rapid Tes, GeNose dan Swab Tes Diperbolehkan Saat Puasa

Satukanal.com, Malang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menetapkan hukum Rapid tes, Swab tes, dan GeNose untuk menguji Covid-19 tidak membatalkan dan boleh dilakukan saat sedang berpuasa.

Aturan tersebut tertuang dalam Fatwa dengan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Hukum Rapid Test, GeNose, dan Swab diperbolehkan serta tidak membatalkan puasa, yang telah ditandatangani oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Makruf Chozin pada 31 Maret.

Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim menjelaskan, swab tes tak membatalkan puasa. Hal tersebut tentunya didasarkan pada beberapa pertimbangan.

Pertama, nasofaring (bagian atas tenggorokan yang ada di belakangan hidung) dan orofaring (saluran antara mulut dan tenggorokan) yang menjadi tempat pengambilan sampel lendir merupakan organ yang tidak bisa mencerna makanan atau obat.

Kedua, alat sejenis cutton bud atau kapas lidi yang digunakan untuk mengambil sampel lendir termasuk kategori benda padat yang tidak membuat puasa batal.

“Kedua adalah kapas lidi yang dibuat untuk mengambil sampel lendir termasuk kategori benda padat, sehingga tidak membatalkan puasa menurut ulama madzhab Maliki,” jelasnya.

Baca Juga :  Tunjangan ASN Kota Malang Disunat Untuk Covid

Ketiga, kapas lidi itu dikeluarkan kembali usai mengambil sampel. “Kapas lidi yang dibuat untuk mengambil sampel lendir tidak menetap di dalam tapi dikeluarkan kembali, sehingga tidak membatalkan menurut pendapat ulama madzhab Hanafi,” ujarnya.

Sedangkan untuk tes Covid-19 menggunakan rapid tes saat berpuasa juga tetap diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa karena jarum masuk melalui pori-pori. “Jarum yang masuk ke dalam daging tidak melalui rongga yang terbuka, melainkan melalui pori-pori,” ungkapnya.

Lalu untuk GeNose juga tetap diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa karena metode pengujiannya hanya meniup kantong udara saja.

Sementara itu, meskipun swab tes tak membatalkan puasa, Pihak MUI Jatim tetap merekomendasikan seseorang yang ingin swab tes untuk melakukannya pada malam hari.

“Penggunaan rapid test dan GeNose lebih diutamakan. Bila memungkinkan pelaksaan swab test dilaksanakan di malam hari. Seluruh masyarakat harus berpartisipasi dalam upaya menghindari penularan dan mengakhiri pandemi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Melihat Uniknya Masjid KHM. Bedjo Dermoleksono, Bergaya Oriental Khas Negeri Cina

MUI Jatim juga mendorong pemerintah maupun pihak swasta agar tetap mengoptimalkan upaya meminimalisir penyebaran Covid-19. Seluruh masyarakat harus berpartisipasi dalam upaya menghindari penularan dan mengakhiri pandemi.

Di lain kesempatan, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut, masyarakat tetap bisa melakukan vaksinasi Covid-19 meskipun kondisi badan tidak terlalu bugar lantaran tengah menjalani puasa Ramadan. Vaksinasi bisa dilakukan saat malam hari, setelah selesai berbuka puasa.

“Jika fisik kurang mendukung karena sedang berpuasa, maka vaksinasi juga dapat dilaksanakan di malam hari setelah berbuka,” jelas Ma’ruf.

Pernyataan tersebut disampaikan Ma’ruf sesuai dengan anjuran MUI yang menyebut vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa, dan bisa digelar sepanjang bulan ramadhan.

Sebagai informasi, sejak 2021 program vaksinasi telah dilakukan pemerintah. Kurang lebih delapan juta orang dan lebih dari 3,6 juta orang telah memperoleh vaksinasi lengkap, atau setara dengan 1,3 persen dari jumlah penduduk.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait