Fantastis, Kerugian Penggelapan Pajak Tembus Angka Miliaran | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Fantastis, Kerugian Penggelapan Pajak Tembus Angka Miliaran

Satuchannel.com, Kota Malang – Kasus penipuan dan penggelapan uang Pajak Reklame diungkap Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang baru ini. Penggelapan tersebut mulai mengarah ke praktik sindikat mafia pajak oleh makelar.

Temuan ini terungkap, seiring munculnya ‘korban-korban’ baru dari makelar pajak. Menyusul salah satu perusahaan lokal yang menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah, ada pun tiga Wajib Pajak (WP) lain juga menjadi sasaran penipuan oknum tidak bertanggung jawab itu.

“Nilainya pun tidak main-main, bahkan sangat fantastis karena jika ditotal hampir mencapai Rp 1 Miliar!” ujar Kepala BP2D Kota Malang, Ade Herawanto dengan nada geram, Kamis (6/4).

Baca Juga :  Tim Satgas Reklame Terapkan Cara Style humble Dan Egaliter, Atasi Pemilik Reklame Guna Sadar Pajak

Rincian lebih lanjutnya, Ade menjelaskan untuk korban pertama yaitu perusahaan lokal yang memasang reklame di tiga titik meliputi kawasan Gadang, Dinoyo dan ruas Jalan Tumenggung Suryo. nilai tunggakannya mencapai Rp 270,9 juta.

Adapun korban berikutnya adalah salah satu perusahaan ternama yang memasang iklan pada bilboard disinari berukuran 10 x 5 x 1 meter di Jalan Letjend S Parman, Jalan Raya Langsep dan Jalan Kawi ternyata menyisakan tunggakan hingga Rp135 juta.

Baca Juga :  Warga Protes Air Bau Minyak Tanah, Pihak PDAM Malang Sarankan Tak Gunakan Air

Parahnya, dari nilai tunggakan sebanyak itu, pihak makelar malah menarget perusahaan tersebut senilai Rp 151 juta.

Kemudian korban lain adalah salah satu perusahaan periklanan yang memiliki klien dua hotel berbintang di Kota Malang. Kerugian ditaksir hingga Rp 444 Juta akibat diembat oknum terkait urusan materi reklame.

“Kami mencium adanya gelagat jaringan terstruktur alias sindikat dalam kasus ini. Korbannya tidak satu atau dua orang saja, tapi banyak. Maka oknumnya pun pasti ada banyak”, ungkap Ade. (GUM)

Kanal Terkait