SATUKANAL.COM
Fakta Membuktikan, Permainan Tradisional Memiliki Peran Besar bagi Pertumbuhan Anak
Ketua pelaksana Festival Permainan Tradisional Rifia Mustika Dewi (Foto : Sherla/satukanal)
RISET

Fakta Membuktikan, Permainan Tradisional Memiliki Peran Besar bagi Pertumbuhan Anak

SATUKANAL, MALANG – Kemajuan teknologi dan informasi menghasilkan beberapa hiburan yang sangat bervariasi.

Adanya gadget membuat banyak game online muncul dan kini semakin digandrungi generasi muda.

Pesatnya kemajuan teknologi membuat generasi muda tak familiar dengan permainan tradisional.

Permainan tradisional semakin terabaikan dan terlupakan di era ini.

Tak hanya permainan tradisional, namun lagu anak daerah, dan alat musik tradisional juga menjadi hal yang asing bagi anak muda khususnya anak-anak.

Ini juga tak lepas dari mindset masyarakat yang memahami bahwa lagu zaman dulu, permainan tradisional dan alat musik tradisional ketinggalan zaman atau kuno.

Nyatanya, permainan modern saat ini tidak mampu menumbuhkan kreativitas, justru membiasakan anak menjadi pribadi yang serba instan dan tidak tahan proses.

Fenomena ini mendorong lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) Omah Bocah Annaafi’ mengelar “festival permainan tradisional di Gedung Kebudayaan Mahasiswa UB”.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Rifia Mustika Dewi, ketua pelaksana mengatakan bahwa pihaknya mengajak masyarakat melakukan permainan tradisional seperti lompat tali, egrang, batok, engklek, dakon, ular tangga, dan gobak sodor.

“Kita mengenalkan dan membiasakan ke anak terkait tumbuh kembang sosial dan emosinya melalui permainan tradisional. Simulasi permainan tradisional tersebut dapat mempengaruhi sosial, emosi, kognitif, bahasa anak,” ungkapnya.

Bertepatan dengan ulang tahun Omah Bocah Annaafi’ yang ke 7, kegiatan ini juga mempersembahkan buku yang berjudul “berpikir ulang tentang permainan tradisional”.

Rifia yang juga merupakan salah satu penulis buku menyebutkan bahwa di dalam buku juga terdapat modifikasi permainan tradisional.

“Jadi kami ingin mengenalkan ke generasi bangsa yaitu anak-anak untuk mengenal budaya bangsa melalui permainan tradisional. Sehingga nantinya ini akan menjadi modern dan usaha untuk merawat budaya bangsa”, imbuhnya.

Baca Juga :  Satukanal Riset dan Pengembangan Buka Lowongan Pekerjaan di Posisi Researcher

Ia juga menambahkan di sekolah konsepnya juga bermain.

“Permainan sekolah juga mengenalkan baca tulis melalui permainan tradisional yang ada di buku. Jadi katakanlah kita ingin mengenal tentang huruf, huruf di TK A kita bisa sisipkan melalui engklek abjad dan cublak-cublak suweng dengan abjad,” papar Rifia.

Permainan tradisional juga nantinya bisa melatih anak untuk menghargai setiap proses dan memahami bagaimana menyelesaikan suatu masalah.

Bila anak terlalu banyak bermain gadget maka nantinya bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Dengan permainan tradisional. setiap otot akan bergerak. Itu bisa membantu semua koordinasi tubuh.

“Konsentrasi juga bisa disimulasikan dari semua otot agar tetap berkoordinasi dengan baik,” pungkasnya.

Pewarta : Sherla Naya

Editor : Heryanto

    Kanal Terkait