FAKTA Baru Kasus Parodi Lagu Indonesia Raya, Kronologi Pembuatan Video hingga 2 WNI Ditangkap  | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
FAKTA Baru Kasus Parodi Lagu Indonesia Raya, Kronologi Pembuatan Video hingga 2 WNI Ditangkap 
BERITA HIGHLIGHT KANAL VIRAL STRAIGHT NEWS

FAKTA Baru Kasus Parodi Lagu Indonesia Raya, Kronologi Pembuatan Video hingga 2 WNI Ditangkap 

SATUKANAL.com, NASIONAL – Pelaku atas kasus pembuatan parodi lagu “Indonesia Raya” telah berhasil ditangkap dan diamankan oleh pihak Kepolisian Indonesia dan Malaysia.

Pihak Kepolisian menyatakan bahwa, pelaku pembuatan parodi lagu “Indonesia Raya” merupakan dua warga negara Indonesia (WNI) yakni berinisial NJ (40) dan MDF (16). Pelaku berinisial MDF (16) ditangkap pihak Kepolisian di Indonesia, sedangkan NJ ditangkap Polisi Di-Raja Malaysia (PDRM) di Sabah, Malaysia.

Salah satu pelaku yakni MDF yang masih berusia 16 tahun dan duduk di bangku kelas 3 SMP, berhasil diringkus pada Kamis (31/12/2020) oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri di kediamannya di Cianjur, Jawa Barat.

Baca Juga :  Ikut SNMPTN 2021? Perhatikan 7 Penyebab Gagalnya Masuk PTN Impian

Irjen Pol Argo Yuwono selaku Kadiv Humas Polri menjelaskan bahwa, kedua pelaku tersebut mempunyai hubungan pertemanan di media sosial. “NJ yang di Sabah dan MDF yang di Cianjur ini berteman dalam dunia maya. Mereka sering berkomunikasi,” Ujar Kadiv Humas Polri.

Kadiv Humas Polri menjelaskan bahwa, kasus ini bermula saat MDF membuat konten Youtube dengan melesetkan lagu “Indonesia Raya”. Namun, konten tersebut di unggah di kanal Youtube oleh MDF menggunakan akun dan nama NJ.

MDF juga menyertakan lokasi samaran dan nomor Malaysia, seolah pengunggah video praodi tersebut merupakan seseorang yang berada di Negeri Jiran Malaysia.

Baca Juga :  Diduga Milik Badan Antariksa China? Heboh Penemuan Benda Mirip Serpihan Pesawat Bertuliskan CNSA

NJ yang mengetahui hal tersebut ternyata turut mengunggah video tersebut. Ia membuat kontennya dengan mengedit konten video parodi lagu “Indonesia Raya” yang sebelumnya dibuat oleh MDF. Bedanya, NJ pada editan videonya menambahkan gambar babi dalam konten tersebut.

Saat ini, NJ masih ditahan oleh pihak PDRM di Sabah sejak Senin (28/12/2020), sedangkan kepada MDF disangkakan melanggar Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 Ayat (2) Juncto 45 Ayat (2).

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait