Emil Dardak: Program SPP Gratis Diberikan kepada Setiap Pelajar SMA/SMK Tanpa Terkecuali - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Emil Dardak: Program SPP Gratis Diberikan kepada Setiap Pelajar SMA/SMK Tanpa Terkecuali

Program Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas) atau SPP gratis telah dicanangkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk SMA/SMK di Jawa Timur. Program SPP gratis ini akan berlaku pada tahun ajaran baru 2019-2020, atau Juli 2019 mendatang.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat berkunjung ke SMAN 8 Kota Malang (4/3) menyatakan bahwa SPP gratis ini diberikan kepada setiap pelajar SMA dan SMK di Jawa Timur tanpa terkecuali, baik di sekolah negeri maupun swasta, dengan pola pemberian BOS. Jadi, semua murid di semua sekolah yang resmi.

“Polanya adalah memberikan BOS. Kalau selama ini BOS hanya dari pusat maka ada BOS yang diberikan kepada setiap pelajar SMA dan SMK yang di Jawa Timur tanpa terkecuali, baik itu negeri maupun swasta,” ujarnya.

Nah, untuk sekolah negeri, sudah diestimasi bahwa dengan pemberian tersebut maka sangat memungkinkan beban SPP hilang. Emil menegaskan, semua pelajar harus mendapatkan bantuan ini.

Hanya saja, untuk sekolah swasta bentuknya tidak serta merta ke arah SPP gratis. Nah, persoalan inilah dikatakan Emil masih digodok dan disusun dengan saksama dalam 99 hari pertama.

Nah, dalam 99 hari pertama itu akan dirinci petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya. Dipaparkan Emil, pemberian untuk sekolah swasta ini bisa saja diarahkan untuk peningkatan kualitas guru, sarana prasarana, menuju akreditasi yang lebih baik, penurunan SPP, atau subsidi silang kepada siswa siswi yang kurang mampu.

Lebih lanjut, suami Arumi Bachsin ini menjelaskan, apabila juklak dan juknis ini tidak disusun dengan seksama, nanti bisa berisiko salah pada penggunaannya.

“Ini harus segera kita pastikan. Kalau untuk yang negeri ya tinggal tadinya sumber uangnya dari SPP diganti, dari sini selesai. Karena tujuannya menggratiskan SPP. Tapi kalau yang swasta arahnya dia ke mana itu perlu disepakati,” tandasnya.

“Namun demikian, tadi kami sampaikan, ada sekolah-sekolah dalam konteks tertentu yang sudah melakukan kegiatan-kegiatan tambahan di luar dari kegiatan fisik yang sebenarnya sangat nyata hasilnya, prestasinya, yang belum tentu bisa dicover cukup kalau hanya mengandalkan tadi. Nah ini yang perlu kita cari solusinya bersama-sama,” imbuhnya.

Kanal Terkait