Emak-emak di Mojokerto Tertipu Umrah Murah dan Investasi Bodong, Ruginya Miliaran - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
3FDFF7C2-51A8-427F-A947-614740D8BA8C-c00214ce
Konferensi pers ungkap kasus penipuan investasi bodong di Mapolres Mojokerto
BERITA Kanal Straight

Emak-emak di Mojokerto Tertipu Umrah Murah dan Investasi Bodong, Ruginya Miliaran

Satukanal.com, Mojokerto – Polres Mojokerto menangkap pelaku investasi bodong dan umrah dengan biaya murah yang memakan korban belasan emak-emak.

Pelaku adalah Muchammad Nasir (43 tahun) warga Kelurahan Ngiden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Ia diduga menilap uang nasabahnya sekitar Rp1,9 milyar.

Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar, mengatakan pelaku ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan atas adanya laporan sejumlah korban yang dirugikan dengan dugaan investasi bodong dan penipuan pemberangkatan umroh dengan biaya murah.

“Kami menindaklanjuti laporan warga soal dugaan penipuan investasi ilegal dan pembiayaan pemberangkatan umroh murah pada 27 Mei 2021, kami bersama anggota langsung melakukan penyelidikan,” katanya saat konferensi pers, Selasa (16/11/2021).

Menanggapi laporan tersebut, Satreskrim Polres Mojokerto melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku praktik investasi ilegal tersebut.

Apip menjelaskan, modus yang digunakan pelaku menawarkan umrah dengan biaya sebesar Rp 10 juta yang akan diberangkat dua tahun kemudian dan menjajikan keuntungan 14 persen dari investasi.

“Korban bukan di wilayah Jawa Timur saja, tapi juga tersebar di beberapa daerah Jawa Barat. Pada saat ini sudah ada total senilai kurang lebih Rp1,9 milyar (kerugian), aka kita kembangkan lagi,” jelasnya.

Sementara, Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Andaru menambahkan, keuntungan investasi yang ditawarkan pelaku sangat tidak wajar.

Setelah dikakukan penyelidikan, ternyata uang investasi dari para korban dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan main treding oleh pelaku.

“Uang dipergunakan keperluan sehari-hari dan treding di aplikasi Hipo yang menghasilkan uang kripto,” imbuhnya.

Pelaku dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan degan ancaman pidana paling lama 4 tahun penjara.

 

Baca Juga :  Kapolda Jatim Apresiasi Polwan di Mojokerto yang Jadi Kepala Keamanan Pasar

 

Pewarta: Hermansyah 

Editor: Ubaidhillah

    Kanal Terkait