Eksploitasi Seksual Anak, Orang Tua Sebagai Mucikari - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Eksploitasi Seksual Anak, Orang Tua Sebagai Mucikari
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Eksploitasi Seksual Anak, Orang Tua Sebagai Mucikari

Satukanal.com, KediriPolres Kediri Kota menetapkan tiga orang tersangka kasus eksploitasi anak dibawah umur. Hal ini menjadi runtutan kasus pembunuhan di Hotel Lotus, Kota Kediri Minggu (28/3/2021) lalu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri Kota AKP Verawaty Thaib mengatakan, modus operandi kasus eksploitasi anak terkait perkonomian dan seksual pelayanan pijat. Dengan cara menawarkan lewat aplikasi android Mechat.

“Menetapkan 3 orang tersangka mucikari. Sejumlah 2 orang DK (35) dan NK (38), orang tua korban TW (15). Sedangkan 1 orang DR (22), sebagai mucikari korban pembunuhan MY (17) di Hotel Lotus Kediri,” kata AKP Verawaty, saat jumpa awak media Satukanal.com, Selasa 9 Maret 2021.

Baca Juga :  BIN Jatim Gencarkan Serbuan Vaksinasi di Kediri

Dia juga mengungkapkan korban TW melakukan modus pelayanan pijat asusila dengan tarif 200, hingga 300 ribu rupiah. Kegiatan itu berlangsung hampir setiap hari dengan sebanyak 3, hingga 4 pelanggan. Dengan tersangka DK dan NK sebagai mucikari sekaligus orang tuanya.

Menurut keterangan tersangka mucikari NK, kegiatan eksploitasi anak disebabkan oleh faktor ekonomi. Disebutkan, uang hasil kegiatan diperuntukkan biaya hidup dan membayar hutang keluarga.

“Dia TW kasihan membantu orang tua. Anak saya 7, terus banyak hutang sekitar 3 jutaan, ingin segera lunas. Saya pekerjaannya cari rongsokan dipinggir jalan,” terangnya.

Baca Juga :  Menunggu Pelatih Baru, Pemain Persik: Semoga Masuk Papan Atas Klasemen

Disebutkan oleh AKP Verawaty, kasus eksploitasi anak ini terdeteksi sejak bulan Februari 2021. Sebab beberapa jejak dan barang bukti telah dihilangkan oleh para tersangka. Selain beroperasi di Kota Kediri, tersangka juga sudah melakukan dibeberapa wilayah seperti Madiun dan Tulungagung.

“Eksploitasi anak, karena ekonomi sehingga menguntungkan diri sendiri. Terkait pasal 88 UU RI No.35 Tahun 2015, terhadap perubahan atas UU No.23 Tahun 2002. Tentang perlindungan anak, ancaman hukuman penjara selama-lamanya 10 tahun,” pungkasnya.

 

 

 

 

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

    Kanal Terkait