SATUKANAL.COM
Efek La Nina, Musim Hujan Datang Lebih Cepat
(Istimewa)
BERITA STRAIGHT NEWS

Efek La Nina, Musim Hujan Datang Lebih Cepat

SATUKANAL.com, KEDIRI – Musim hujan di wilayah Kediri dan sekitarnya, diperkirakan akan datang lebih cepat. Hal itu terjadi karena efek fenomena La Nina yang berkembang di Samudra Pasific saat ini. Ditahun ini musim hujan diperkirakan akan datang pada awal bulan november.

Muhammad Chudlori, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III, Sawahan, Nganjuk mengatakan, berdasarkan catatan historis, dampak dari la nina adalah adanya peningkatan curah hujan bulanan diatas normal.

“Ini fenomena alam biasa sebenarnya, jadi la nina itu adalah awan hujan yang terdorong angin ke arah indonesia karena penurunan suhu di bagian tengah dan timur ekuator Samudra Pasific,” katanya.

Ia juga menyebut, dengan adanya fenomena ini, akan memicu bencana longsor di kawasan pemukiman dengan topografi kemiringan yang cukup tinggi.

“Saat ini kami sedang gencar-gencarnya menghimbau, sosialisasi dampak la nina kepada masyarakat yang berada di daerah dengan topografi kemiringan tinggi, terjal atau daerah pegunungan. Karena jika nanti ada penambahan curah hujan akan mudah mengakibatkan bencana longsor,” katanya.

Baca Juga :  Pemkot Kediri Usulkan Empat Raperda ke DPRD

BMKG juga bekerjasama dengan BPBD setempat dan juga stekholder terkait untuk melakukan sosialisasi dan persiapan penanganan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sosialisasi dampak ini sangat penting dilakukan agar masyarakat juga tahu ada fenomena seperti ini, dan bisa lebih berhati-hati,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk fenomena la nina, tidak terjadi setiap tahun, namun tersebut adalah fenomena alam yang terjadi beberapa tahun sekali. “Terjadi berapa tahun sekali belum bisa di prediksi,” tutupnya.

Dikutip dari Kontan, La Nina merupakan anomali sistem global yang cukup sering terjadi dengan periode ulang berkisar antar dua sampai tujuh tahun.

Kejadian La Nina ini terjadi saat Samudera Pasifik dan atmosfer di atasnya berubah dari keadaan netral atau normal pada periode waktu dua bulan atau lebih. Perubahan di Samudra Pasifik dan atmosfer yang ada di atasnya ini terjadi dalam siklus yang dikenal dengan istilan ENSO atau El Nino-Souther Oscillation.

Baca Juga :  PLN Turunkan Tarif Dasar Listrik Untuk Rumah Tangga

Berdasarkan sejarahnya, La Nina terjadi di sebagian wilayah Indonesia, khususnya di bagian tengah dan timur wilayah Indonesia. Di wilayah-wilayah ini terjadi peningkatan curah hujan yang tidak biasa.

Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor. Selain itu, La Nina juga dapat merusak tanaman, termasuk sawah dan tanaman-tanaman semusim yang terkena dampak hujan berkepanjangan dan banjir.

Karena pada kurun waktu itu,kapasitas sungai dan debit air di sejumlah wilayah berlebihan sehingga menimbulkan bencana di wilayahnya.

 

Pewarta: M. Ubaidhillah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait