Dugaan Pelecehan Seksual, Dosen IAIN Kediri Diganjar Tiga Sanksi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Dugaan Pelecehan Seksual, Dosen IAIN Kediri Diganjar Tiga Sanksi
Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri (Foto: Anis Firmansah/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Dugaan Pelecehan Seksual, Dosen IAIN Kediri Diganjar Tiga Sanksi

Satukanal.com, Kediri – Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri digemparkan dengan adanya dugaan kasus pelecehan seksual oleh salah satu oknum dosen kepada mahasiswi. Kasus tersebut saat ini telah ditindaklanjuti oleh pihak rektorat bersama dengan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA).

Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Sardjuningsih saat dihubungi membenarkan adanya dugaan kasus tersebut.

Saat ini dosen berinisial MA, dari Fakultas Ushuluddin, menjabat sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Al-Qur’an dan Hadits (IAT) telah dijatuhi sanksi.

Baca Juga :  Persik Kediri Berangkat Tanpa Skuat Lengkap ke GBK, Pemain Asing Cidera

“Terkait dosen ini sudah menerima sanksi terkait laporan korban,” ungkap Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Sarjuningsih saat dikonfirmasi satukanal.com, Senin (23/8/2021).

Dia mengungkapkan, sanksi pertama bakal dilakukan adalah penurunan jabatan kepada pelaku. Kedua, pelaku tidak diperbolehkan mendapat kenaikan pangkat selama waktu 2 tahun.

Lanjut sanksi ketiganya, pelaku tidak boleh melakukan bimbingan skripsi kepada mahasiswa IAIN selama 2 semester.

“Kejadian sebenarnya sudah terjadi bulan akhir bulan Juli kemarin, terus langsung ditindaklanjuti oleh PSGA,” jelasnya.

Baca Juga :  Permintaan Kartu Nikah Digital di Kabupaten Kediri Masih Minim, Padahal Banyak Keuntungan

Diceritakan Sardju, MA menjalankan aksinya saat di rumah, saat sedang melakukan bimbingan skripsi. Karena tak terima, korban lantas melaporkan tindakan MA ke PSGA dan diteruskan ke pihak Rektorat.

Hingga saat ini, pihaknya masih menerima 1 laporan pelaku pelecehan seksual ini. Ke depan masih dilakukan pengumpulan barang bukti untuk melengkapi kemungkinan adanya pelaku lainnya.

“Sudah dilaporkan 1 (orang.red) masih dproses. Korban lain masih dbungkus (dirahasiakan.red), belum ada bukti-bukti yang perlu dilengkapi,” pungkasnya.

 

 

Pewarta: Anis Firmansyah
Editor: Ubaidhillah

    Kanal Terkait