Dugaan Pelecehan Seksual di IAIN Kediri, Ditengarai Lebih dari Satu Kasus - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Dugaan Pelecehan Seksual di IAIN Kediri, Ditengarai Lebih dari Satu Kasus
Kampus IAIN Kediri yang diguncang oleh kasus dugaan pelecehan seksual belakangan ini. (Foto: Anis Firmansyah/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Dugaan Pelecehan Seksual di IAIN Kediri, Ditengarai Lebih dari Satu Kasus

Satukanal.com, Kediri –  Kasus pelecehan seksual di lingkup kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri kian berkembang. Diduga, ada kasus lain dengan pelaku yang berbeda.

Dugaan ini dilontarkan oleh Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dedikasi IAIN Kediri Ahmad Eko Hadi. LPM Dedikasi, menurut Eko, melakukan advokasi terhadap kasus pelecehan seksual di IAIN Kediri.

Selain kasus yang diduga melibatkan dosen Fakultas Ushuluddin ini, lanjut Eko, pihaknya juga menerima  berbagai aduan dengan pelaku yang berbeda. “Iya kemungkinan lebih dari satu, datanya masih dirahasiakan,” paparnya.

Eko mengakui, adanya sejumlah pengaduan kasus pelecehan seksual, namun belum memenuhi syarat bukti-bukti yang layak. “Beberapa memang pernah ngomong aja ke LPM Dedikasi, kalau pernah diperlakukan tidak pantas. Cuma itu belum diproses,” ujarnya.

Baca Juga :  Hindari Calo SKD, CASN Kediri Wajib Lewati Teknologi Face Recognition

Jika mengacu ke kasus sebelumnya, modusnya adalah saat menjalankan konsultasi skripsi yang mana dosen bersangkutan meminta mahasiswi bimbingan datang ke rumahnya, dengan syarat sendirian.

Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Kediri Sarjuningsih, mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti satu terduga “Sudah dilaporkan 1 (orang.red) masih dproses. Korban lain masih bungkus (dirahasiakan. Red), belum ada bukti-bukti yang perlu dilengkapi,” ungkap Sardjuningsih, kepada satukanal.com Senin (24/8/2021).

Baca Juga :  Pelajar Korban Covid-19 di Mojokerto Dapat Seragam Gratis, 2 Jadi Anak Asuh

Sementara itu, Wakil Rektor III IAIN Kediri Wahidul Anam belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi satukanal.com beberapa kali melalui telepon selelurnya, tidak diangkat oleh yang bersangkutan.

Seperti diberitakan, kasus pelecehan seksual dialami oleh seorang mahasiswi. Diduga pelakunya seorang dosen.  Perilaku tak senonoh itu terjadi saat bimbingan skripsi.

Setelah ditindaklanjuti oleh pihak rektorat bersama dengan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), terduga pelaku dijatuhi sanksi penurunan jabatan, penundaan kenaikan pangkat selama dua tahun dan larangan melakukan bimbingan skripsi kepada mahasiswa IAIN selama 2 semester.

 

 

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Danu

Kanal Terkait