Dugaan Korupsi BPNT, Kejari Kota Kediri Sebut Terduga Terindikasi Minta Rp200 Ribu Per-KPM - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
IMG20220110130220-261f6efa
BERITA Kanal Straight

Dugaan Korupsi BPNT, Kejari Kota Kediri Sebut Terduga Terindikasi Minta Rp200 Ribu Per-KPM

Satukanal.com, Kediri – Kejaksaan Negeri Kota Kediri menaikkan status penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penyaluran Bantuan Non Pangan Tunai (BPNT) tahun anggaran 2020 – 2021 Kota Kediri.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kediri Harry Rahmad mengatakan gelar perkara hasil penyelidikan dugaan korupsi dilakukan sejak tanggal 5 Januari 2022, lalu.

Dari hasil gelar perkara ini naik statusnya ke tingkat penyidikan oknum di lingkungan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri. Namun dikatakan masih belum ditetapkan tersangka pada kasus ini.

Disebutkan sejumlah bukti dan puluhan saksi sekitar 39 orang dilakukan penyelidikan.

Baca Juga :  IDI Jombang Imbau Masyarakat Tak Ragu untuk Vaksin

“Ada beberapa pihak Dinsos E-Warung sebagai penyalur supplier, juga pihak Kelompok Penerima Manfaat (KPM). Dokumen-dokumen terkait penyaluran e-warung, mulai dari dokumen kwitansi-kwitansi pemesanan. Kemudian dokumen peraturan SK sudah kita dapatkan,” kata Herry, kepada satukanal.com, Senin (10/1/2022).

Dia menjelaskan, aksi modus oknum dari Dinas Sosial tersebut meminta sejumlah uang atau fee kepada suplayer yang menyalurkan kebutuhan bahan pokok berupa beras, telur, kacang dan sayur.

Dari sejumlah pesanan, dia meminta uang setiap kali penyaluran sejumlah Rp200 ribu per Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

“Penyaluran BNPT seharusnya dilakukan setiap bulan, tapi ada juga yang dirapel hingga 2 -3 bulan. Tapi intinya setiap bulan ada penyaluran melalui E-Warung,” ujarnya.

Baca Juga :  Sebuah Rumah Semi Permanen di Kediri Hampir Ludes Terbakar

Disebutkan jumlah E – Warung di Kota kediri ada 34 tempat. Sementara supliyer atau pemasoknya hanya berjumlah 3 tempat. Dari sejumlah supliyer tersebutlah oknum Dinsos meminta fee.

“Jadi disini bukan kerugiaan negara tapi fee, jadi ada sejumlah penerimaan uang. Pungli atau istilahnya gratifikasi yang diterima oleh oknum tertentu dari pihak Dinsos atau pun pendamping,” ungkapnya.

Kejaksaan Negri Kota kediri menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengumumkan status tersangka dalam perkara ini.

 

 

Pewarta: Anis Firmansyah 

Editor: Ubaidhillah

    Kanal Terkait