Dua Siswa SD juga Dirawat di Rumah Sakit Jombang Usai Disuntik Vaksin - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Vaksinasi anak di kabupaten Jombang.
BERITA Kanal Straight

Dua Siswa SD juga Dirawat di Rumah Sakit Jombang Usai Disuntik Vaksin

Satukanal.com, Jombang – Dua siswa Sekolah Dasar (SD) di Jombang harus dirawat di rumah sakit usai menjalani vaksinasi. Gejalanya demam datang usai anak-anak tersebut disuntik vaksin.

Dua anak tersebut adalah Zyugra Idzihar Tsalasah (9), siswa kelas 4 SDN Catakgayam 1. Kedua Mochammad Farel (6) siswa kelas 1 SDN Grobogan 2, Mojowarno.

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran mengatakan pasien atas nama Zyugra disuntik vaksin sinovas dosis pertama saat menjalani rangkaian vaksinasi di sekolahnya pada hari Rabu (22/12/2021). 

“Setelah divaksin Zyugra mengalami gejala panas dan ruam merah di tubuh, sebab itu ia langsung dilarikan ke RSUD Jombang pada Jumat (31/12/2021),” ucapnya pada Selasa (4/1/2022). 

Sementara itu pasien lainnya yakni Farel, sebelum dirawat di rumah sakit, ia sempat disuntik vaksin jenis Sinovac di Puskesmas Japanan, Mojowarno pada hari Selasa (28/12/2021) lalu. 

Farel menderita panas demam sejak Rabu (29/12) sekitar pukul 20.00 WIB usai divaksin. Lalu esok harinya karena kondisi Farel belum membaik, pihak keluarga membawa Farel ke Puskesmas Japanan untuk berobat. 

“Saat itu, Farel lalu dipindahkan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Mojowarno. Sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Jombang dan dirawat sejak hari Kamis (30/12/2021),” terangnya. 

Baca Juga :  IDI Jombang Imbau Masyarakat Tak Ragu untuk Vaksin

Kasus Farel dan Zyugra ini, merupakan kasus yang sama dengan Naura Sabrina Galiyah, bocah 9 tahun yang meninggal usai divaksin. Namun, kedua bocah yang dirawat ini masih selamat. 

“Kondisi keduanya baik. Kami juga selalu melakukan konsultasi dengan RSU dr Soetomo, Surabaya untuk membantu perawatan kedua anak ini,” ujarnya. 

Ia melanjutkan, apa yang tengah dialami kedua anak tersebut merupakan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). “Diduga KIPI,” katanya. 

Ketua Komda KIPI Jombang dr Suwarsih, menyebut kasus yang dialami dua anak tersebut serta ada dua anak yang meninggal usai vaksinasi bukan karena efek setelah disuntik vaksin. 

“Bukan efek vaksinasi,” ujarnya. 

Sebelumnya, anak belasan tahun, meninggal dunia usai melaksanakan vaksin. Sebelum meninggal, badan korban panas dan muntah-muntah. 

Korban bernama Muhammad Bayu Setiawan (12) bocah asal Dusun Bendungrejo, Desa-Kecamatan Jogoroto, Jombang yang merupakan siswa kelas 6 SDN Gedangan di Kecamatan Mojowarno.

Bayu divaksin hingga akhirnya meninggal. Saat itu pada pada hari Senin (27/12/2021)pukul 09.00 WIB, Bayu melaksanakan vaksin di puskesmas Mojowarno di dampingi ayahnya, Kaswan.

Baca Juga :  Pemkab Jombang Tunjuk Sekdin Jadi Kepala Disdikbud Baru

Saat selesai di vaksin itu, jam 24.00 WIB yang bersangkutan panas badan disertai muntah-muntah. Sampai jam 02.00 WIB yang bersangkutan tetap muntah-muntah. 

Lalu pada pukul 04.30 WIB korban kemudian dirujuk ke puskesmas Mayangan Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang dengan diantar pihak keluarga menggunakan mobil umum.

Setibanya di puskesmas langsung diperiksa, tapi jam 06.00 WIB korban dinyatakan meninggal oleh petugas jaga puskesmas. 

Kemudian korban lainnya yakni Naura. Diketahui, korban sempat mengikuti vaksinasi Covid 19 Sinovac yang digelar di SDN Catakgayam 1 pada Rabu (22/12/2021) pagi. Namun berbeda dengan Bayu. Naura masih sehat pada divaksin dan masih masuk sekolah. 

Lalu pada hari Jumat (24/12/2021) bocah 9 tahun tersebut mulai sakit. Naura mengalami muntah-muntah dan muncul bentolan di tubuhnya. Alhasil, Naura lalu dilarikan ke RSUD Jombang. 

Namun, apalah daya, beberapa hari dirawat nyawa Naura tidak tertolong. Pada Jumat (31/12/2021) bocah tersebut meninggal dunia. 

 

 

 

Pewarta: Anggit Puji 

Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait