Dua Pelaku Pelecehan Seksual Gadis Dibawah Umur di Mojokerto Tak Ditahan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
5842C593-EEB3-4997-864E-FF6B7820D560-8be06dea
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Triksnarto Andaru Rahutomo (Foto: Hermansyah/satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Dua Pelaku Pelecehan Seksual Gadis Dibawah Umur di Mojokerto Tak Ditahan

Satukanal.com,  Mojokerto – Polisi telah melalukan proses penyilidikan terhadap dua kakek pelaku pelecehan seksual hingga hamil terhadap PD (15), gadis yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Namun, meski telah ditetapkan sebagai tersangka sejak bulan juli 2021, pelaku berinisial P (65) dan W (57) yang merupakan tetangga korban tak ditahan.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, yang menjadi pertimbangan dua pelaku tak ditahan, yakni, faktor usia dan kondisi pandemi Covid-19.

Mengingat pada saat keduanya ditetapkan sebagai tersangka, kondisi pendemi Covid-19 di Indonesia tinggi, terutama Kabupaten Mojokerto.

“Kami tetap berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum. Namun pada saat itu, pertengahan bulan Juli, Covid-19 lagi tinggi-tingginya di Indonesia, kami mempertimbangkan itu, selain daripada usia para tersangka yang sudah cukup tua, satu 57 tahun dan satunya 65 tahun,” katanya saat dikonfirmasi di Kantor Satuan Reserse Polres Mojokerto, Rabu (22/9/2021).

Selain itu, pihaknya juga melihat kedua tersangka itu ketika dipanggil untuk menjalani pemeriksaan selalu hadir. “Jadi saya anggap kooperatif ,” tukasnya.

Saat ini, berkas perkara tersangka W telah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto. Sedangkan berkas perkara tersangka P masih dalam proses penelitian.

“Satu tersangka inisial W yang melakukan persetubuhan terhadap korban, berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan. Mungkin dalam minggu ini kita atur untur pelimpahannya. Untuk tersangka satu lagi yang melakukan pencabulan berinisial P, saat ini berkasnya sudah di kejaksaan juga untuk diteliti oleh kejaksaan,” jelas Andaru.

Menurutnya, kedua tersangka dijerat pasal yang berbeda. Tersangka W dikenakan pasal tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah dalam Undang-undang tentang perlindungan anak dibawah umur. Sedangkan tersangka P dikenakan pasal pencabulan.

“Ancaman hukamannya 15 tahun penjara,” tandas mantan Kasatreskrim Polres Kabupaten Malang itu.

Sementara, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko membenarkan, bahwa telah menerima Surat Perintah Dimulainya Peryedikan (SPDP) perkara dua pria lansia itu dari Polres Mojokerto.

“Kami telah menerima SPDP dan kemudian sudah kami tunjuk jaksa untuk melakukan penelitian. Selanjutnya apakah berkas perkara ini  nanti lengkap atau masih ada kekurangan, nanti kita P19,” terangnya.

Disunggung terkait penahanan, Yoko belum bisa memastikan. Pihaknya akan menentukan sikap pada saat tahap dua.

“Untuk masalah penahan tersangka W dan P, itu nanti kita akan melihat, karena kami memiliki hak melakukan penahanan pada saat tahap dua. Nanti kita tentukan sikap pasa tahap dua,” pungkas Ivan.

Dua orang kakek itu melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap PD (15) gadis di bawah umur hingga hamil yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada bulan April 2021.

Keduanya melakukan perbutan tidak senonoh di waktu dan tempat yang berbeda. Pelaku W mencabuli korban pada 10 April 2021 di lahan perkebunan tebu. Sedangkan pelaku P mencabuli korban pada 13 April 2021 di sebuah rumah kosong.

Pada awal bulan bulan Juli 2021, Polisi mendapatkan laporan dan kemudian melakukan penyelidikan dan memanggil pelaku beserta saksi-saksi.

Hasil dari pemeriksaan, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Polisi pun menetapkan kedua kakek tersebut sebagai tersangka pada 5 Juli 2021.

Sementara, kondisi korban saat ini sedang hamil 20 minggu akibat perbuatan kedua tersangka. Untuk itu, dilakukan pendampingan trauma healing oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto.

 

Baca Juga :  Razia di Lapas Mojokerto, Petugas Temukan Sajam Hingga Kartu Remi

 

Pewarta: Hermansyah 
Editor: Ubaidhillah

    Kanal Terkait