DLH Pastikan Malang Bisa Ukur Kualitas Udara Secara Mandiri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

DLH Pastikan Malang Bisa Ukur Kualitas Udara Secara Mandiri

Satuchannel.com, Kota Malang – Pemerintah Kota Malang dalam waktu dekat akan segera menerima hibah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berupa alat ukur udara. Dengan itu, Kota Malang dipastikan dapat mengukur tingkat kualitas udara kotanya secara mandiri. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Agoes Eddy Poetranto kepada awak media, Senin (31/7).

Ia menuturkan bila dalam waktu dekat ini, alat ukur itu akan segera diberikan. Namun demikian, pihak DLH belum tahu pasti akan diletakan di wilayah mana alat tersebut.

“Kami belum tahu mau diletakkan di daerah mana, yang pasti kemungkinannya ada di tengah kota dulu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Momen Lebaran Tak Dongkrak Harga Bawang Prei

Agoes juga menilai, bila berdasarkan kondisi geografis saat ini, Kota Malang memang perlu lebih banyak alat seperti itu. Ia menyebut setidaknya, dibutuhkan lima unit lagi alat ukur udara untuk Kota Malang. Oleh karena itu, DLH berencana menganggarkan pengadaan alat ukur udara ini ditahun depan.

“Alat yang akan ditempatkan di lima titik itu akan sangat membantu untuk penindakan hukum udara juga, yang akan dilakukan mulai tahun depan,” tukas pria yang juga mantan Kepala Satpol PP Kota Malang ini.

Sementara itu, ia menceritakan bahwa kualitas udara di Kota Malang sendiri sejauh ini masih dianggap cukup baik. Bahkan, beberapa kali mendapatkan penghargaan sebagai kota dengan kualitas udara yang bersih.

Baca Juga :  Penyekatan Diperpanjang, 1480 Tes Swab Disediakan di Perbatasan Kota Malang

“Sudah pernah ada yang mengukur baik dari pemerintah pusat maupun dari pihak luar negeri, ini nanti bulan September kita terima penghargaan di Brunei Darussalam, dengan kategori Clean Air asia. Jadi tingkatnya se-Asia,” jelasnya.

Ia pun menegaskan bila kualitas udara di Kota Malang memamg Tingkatanya tidak membahayakan. Salah satu penyebabnya adalah jumlah industri pabrik di kota malang yang memang tidak terlalu banyak. (Iqb)

Kanal Terkait