SATUKANAL.COM
DKPP Kabupaten Kediri Temukan 14 Sampling Produk Bahan Makanan Berbahaya
Petugas DKPP saat uji Rapid Test makanan pada pangan segar asal tumbuhan. (FOTO: Kominfo Kabupaten Kediri)
ADVERTORIAL BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

DKPP Kabupaten Kediri Temukan 14 Sampling Produk Bahan Makanan Berbahaya

SATUKANAL.com, KEDIRIDinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, temukan 14 produk bahan makanan mengandung zat pengawet dan pewarna berbahaya.

Tersebut duketahui setelah melakukan uji laboratorium dari 30 sampling bahan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di Laboratorium DKPP.

Sudibyo, Kasi mutu gizi dan keamanan pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten kediri mengatakan, hasil uji laboratorium pada makanan tersebut diambil lebih dari 20 sampling makanan dari beberapa pasar di Kabupaten Kediri.

“Uji lab ini untuk mengetahui kandungan bahan kimia seperti Boraks, Formalin, Rodamin A dan B serta Metamil Yellow serta bahan berbahaya residu pestisida.” katanya.

“14 produk diantaranya mengandung beberapa zat berbahaya seperti pengawet dan juga pewarna berbahaya. Sedangkan dari 70 sampling Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), lebih dari 40 produk dinyatakan aman dari penggunaan pestisida yang berlebihan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Menikmati Suguhan Gemerlap Kota Kediri di Puncak 'Watu Bengkah'

Ia juga menjelaskan, bahan sampling dari dari uji laboratorium tersebut seperti Aneka buah, sayuran, produk ikan laut, dan beberapa produk olahan.

“Bahan sampling dalam uji ini seperti buah, tomat, terong, aneka cabai, juga produk hasil laut seperti ikan asin, cumi-cumi, dan kepiting. selain itu diambil juga beberapa produk olahan seperti, krupuk rambak, manisan, pentol bakso, olahan usus ayam, tahu, tempe dan juga aneka roti,” jelasnya.

Sudibyo mengungkapkan, tujuan dari uji lab atau rapit tes ini adalah untuk mengetahui kandungan struktur pangan yang sering di olah manusia sebagai bahan pangan Sehari-hari. Jika di temukan makanan yang mengandung bahan berbahaya, selanjutnya akan ditindak lanjuti oleh Dinas DKPP.

Baca Juga :  Sumpah Pemuda Bagi Guru Honorer

“Dari Tim DKPP sebelum melakukan uji lab, terlebih dahulu keliling mengambil beberapa sampel makanan dari beberapa pasar tradisonal di Kabupaten Kediri, selanjutnya tim melakukan penelitian untuk mengetahui beberapa kandungan zat khusunya zat yang berbahaya,” ungkap Sudibyo.

Selanjutnya, tindak lanjut dari uji penemuan ini Dinas DKPP akan melakukan penelusuran produsen makanan yang berbahaya tersebut. Jika produsen berasal dari wilayah Kabupaten Kediri, maka akan dilakukan pembinaan. Namun jika hasil produk tersebut dari luar Kabupaten Kediri, maka akan diserahkan ke Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

“Pembinaan akan segera kita lakukan bagi produsen asal Kabupaten Kediri, agar selanjutnya saat mengolah makanan tidak lagi menggunakan bahan bahan berbahaya”, pungkasnya.

 

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

    Kanal Terkait