DKPP Kabupaten Kediri, Dampingi 9 Lokasi Produk Pangan dengan Sertifikasi Prima | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
DKPP Kediri
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

DKPP Kabupaten Kediri, Dampingi 9 Lokasi Produk Pangan dengan Sertifikasi Prima

SATUKANAL.com, KEDIRI – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, beri pendampingan perbaikan kualitas mutu produk Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) melalui pengajuan Sertifikasi Prima, dari Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan dan Daerah (OKKPD) Provinsi Jawa Timur, Rabu (11/11/2020). Hal tersebut dilaksanakan di Sembilan lokasi, dengan Tiga tahap.

Pada tahap pertama pelaksanakan di Wira Tani Hidroponik Desa Kalibelo, HGR Hidroponik Desa Manggis, Kelompok Tani  Sari Bumi desa Babadan. Dilanjut tahap kedua, Agro Pisang Cavendis Desa Kunjang, Tani Sinar Gemilang Desa Tretek, dan Hikmah Farm Hidroponik.

Sedangkan tahap ketiga yang dilaksanakan hari ini, yakni Kea Farm Hidroponik Desa Pagung, Adizaya Desa Ngadiluwih, dan Hayat Hidroponik Desa Keras. “Ada tiga tahap. Tahap pertama kemarin pada tanggal 2 November, dilanjut tahap ke dua tanggal10 November. Dan tahap ke tiga pada hari ini, tanggal 11 November 2020,” kata Kasi mutu gizi dan ketahanan pangan DKPP Kabupaten Kediri, Sudibyo kepada Satukanal.com, Rabu (11/11/2020).

Baca Juga :  Terancam Bangkrut Ketika Covid-19, Warga Kediri Sukses Jual Tanaman Langka Layaknya Monstera Janda Bolong

Sudibyo juga mengungkapkan, syarat sertifikasi ini berguna untuk meningkatkan kualitas produk yang memberi jaminan keamanan kepada konsumen. Selain itu, sertifikasi prima juga dapat digunakan untuk menentukan pangsa pasar yang lebih baik.

Dalam pengajuan sertifikasi ini juga dijelaskan, untuk sebelumnya sudah dilakukan pendaftaran. Selanjutnya memenuhi Good Agriculture Practice (GAP), Standart Operasional Prosedur (SOP), ada pencatatan lahan, pencatatan usaha. Serta pengelolaan usaha mulai dari pembibitan, penanaman, pasca panen, hingga pengemasan.

Disebutkan juga, penilaian sertifikasi untuk mengetahui kualitas produk, nantinya diambil sample produk untuk dilakukan uji laboratorium. “Dari petani menyiapkan bahan wawancara terkait usaha tani yang dilakukan. Catatan pengelolaan, mulai pembibitan, perawatan, hingga panen. Serta pengemasan nanti semua ditanyakan,” terang Kepala Seksi Sertifikasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :  Dampak Pandemi Covid-19, Pengusaha Getuk Pisang Beralih ke Bisnis Tanaman Rombusa

Sementara itu, Kepala Seksi Sertifikasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Provinsi Jatim, yang hadir dalam penilaian sertifikasi prima di Adizaya Hidroponik di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Ia mengatakan, para budidaya petani harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.

Ketentuan tersebut yang menjadi tolak ukur penilaian dalam kemananan produk pangan, diantaranya harus memenuhi Good Agriculture Practice (GAP), pengelolaan seperti pemberian pupuk, sistem pengairan, dan seluruh proses budidaya yang ada.

Dilanjutkan, untuk beberapa sample yang dibawa untuk di uji laboratorium seperti tanaman dan air. “Penilaian inspektor ini nanti kita bawa. Kita ujikan laboratorium, bagaimana kandungan unsur hara yang ada” pungkasnya. (adv)

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait