Ditolak Di UB, Bedah Buku Ini Ramai Animo Di UM | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Ditolak Di UB, Bedah Buku Ini Ramai Animo Di UM

Satuchannel.com, Kota Malang – Setelah pembatalan diskusi bedah buku “Salju Di Aleppo” yang rencananya akan dilaksanakan di Gedung Prof. Darsono Fisip Universitas Brawijaya (UB), Jum’at (5/5). Bedah buku bersama penulis buku Dina Sulaiman ini ramai animo saat digelar di kampus Universitas Negeri Malang (UM) pada Jum’at petang (5/5).

Menurut salah seorang penyelenggara bedah buku, Yusli Effendi, pemindahan tempat merupakan solusi terbaik dan merupakan jalan tengah yang paling elegan.

“Secara struktur kita telah menawarkan kompromi – kompromi pada acara supaya dapat diselenggarakan di FISIP UB tapi nyatanya tetap tidak bisa.” ujarnya yang juga Dosen Hubungan Internasional (HI) saat ditanya tanggapan pemindahan tempat bedah buku.

Sebelumnya perwakilan ormas datangi Fisip UB untuk tolak diskusi bedah buku di FISIP UB

Ia juga menyayangkan pembatalan tersebut, pihaknya prihatin dan malu sebagai civitas UB dengan kebebasan akademik yang direnggut oleh pihak kampus. Sebagai institusi pendidikan, UB harus punya sikap kebebasan pendidikan tanpa harus mengikuti tekanan dari luar.

“Bila memang ada pengaturan, harusnya diatur mekanismenya oleh Senat secara demokratis, maba yang boleh dan tidak sehingga kita bisa rela hati untuk memilih.” tambahnya.

Ia menambahkan ini peristiwa ketiga pembatasan kebebasan akademik setelah Kendeng, Kajian Felix Sauw, dan kini bedah buku.

Disisi lain, Guru Besar Bahasa UM Prof. Joko Saryono menanggapi pemindahan bedah buku di UM dengan menyatakan perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh siapa pun tanpa terkecuali.

“Cafe pustaka ini sebuah ruang interaksi publik, disini dilakukan berbagai aktivitas dengan keanekaragaman pustaka dan berbagi informasi dengan syarat berlatarbelakang cendekiawan.” ujar Prof Joko Saryono kepada satuchannel saat ditemui di lokasi diskusi.

Sebagai informasi Prof Joko Saryono yang menerima pemindahan diskusi bedah buku “Salju Di Aleppo” yang diselenggarakan di Cafe Pustaka Universitas Negeri Malang (UM).

Kanal Terkait