Ditemukan 2 Dirawat, 3 Meninggal, 182 Mengungsi Akibat Tanah Longsor di Nganjuk - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Ditemukan 2 Dirawat, 3 Meninggal, 182 Mengungsi Akibat Tanah Longsor di Nganjuk
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Ditemukan 2 Dirawat, 3 Meninggal, 182 Mengungsi Akibat Tanah Longsor di Nganjuk

SATUKANAL.com, NGANJUK – Para pengungsi bencana tanah longsor yang terjadi Minggu (14/2), mulai direlokasi ke SDN Ngetos 1 Nganjuk, Kabupaten Nganjuk.

Terdata sebanyak 182 jiwa, terdiri dari dewasa, hingga anak-anak yang terdampak bencana di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Kediri.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, mengatakan seluruh kebutuhan warga pengungsian akan dicukupi oleh pemerintah daerah. Termasuk pengadaan dapur makanan umum, Puskesmas, hingga rumah sakit darurat untuk korban bencana tanah longsor.

“Korban terdampak sebanyak 54 KK, sejumlah 182 orang. Dengan 18 luka ringan dan berat. Ditemukan 5 jiwa, dengan ditemukan 2 orang, dan 3 orang meninggal. Sedangkan 16 orang belum ditemukan,” kata Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, ke Satukanal.com, Senin (15/2/2021).

Baca Juga :  Trauma Healing, Kurangi Depresi Anak-anak Korban Tanah Longsor di Nganjuk

Dia juga mengungkapkan, penyebab terjadinya bencana tanah longsor disebabkan oleh tingginya intensitas hujan, Minggu (14/2). Lokasi perkampungan warga yang terletak di bawah lereng perbukitan, mengakibatkan tertimbun oleh bencana tanah longsor.

Sebelumnya, pihak kecamatan telah melakukan himbauan kepada warga masyarakat. Menurut Novi, warga masih enggan untuk pindah untuk mengungsi. Hingga timbunan tanah longsor ke warga dusun Selopuro tak terhindarkan.

“Pihak Kecamatan sudah menghimbau warga agar untuk mengungsi. Sebab dulu pernah ada longsoran. Dengan intensitas tinggi hujan di daerah lereng sangat berbahaya,” kata Novi.

Baca Juga :  Saksi Pilu, Korban Selamat Tanah Longsor di Nganjuk

Lebih lanjut pemerintah daerah, instansi, dan elemen masyarakat masih berusaha melakukan evakuasi untuk menemukan beberapa korban hilang masih dalam pencarian. Meski masih terkendala evakuasi, seperti akses lokasi, cuaca, dan kontruk tanah bergerak.

“Kendala pertama karena bekas hujan. Kedua, kpnstruk tanah bergerak, terus menghawatirkan untuk evakuasi. Ketiga akses jalan masuk sulit,” tutupnya.

 

 

 

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait