SATUKANAL.COM
Ditantang Salah Satu Ormas di Banyuwangi, M. Yunus Aktivis: Anggap Salah Kamar
M. Yunus Wahyudi
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Ditantang Salah Satu Ormas di Banyuwangi, M. Yunus Aktivis: Anggap Salah Kamar

SATUKANAL.com, BANYUWANGI – Perilaku M. Yunus Wahyudi pada saat mengambil jenazah warga Desa Purwoharjo yang tak lain juga tetangganya, yang diduga terkonfirmasi covid-19 di RSUD Genteng beberapa pekan lalu, mendapat respon dari salah satu ORMAS di Banyuwangi.

Dikutip dari sebuah media harian Merdeka Post, ormas tersebut mengecam keras tindakan Yunus yang telah membawa pulang paksa mayat yang diduga terkonfirmasi positif covid-19, perilaku tersebut dianggap hanya orang yang berpikir kiri saja hingga tidak mengakui adanya virus corona, yang nyata sudah terlihat jelas di dunia dengan adanya kematian yang begitu merajalela.

Orang tersebut juga meyakini tindakan itu bukan untuk masyarakat, namun untuk mencari sebuah nama dan kedudukan, seharusnya tahu tata cara musyawarah, dan mendebatkan persoalan.

Yang lebih mengejutkan lagi, tindakan Yunus dianggap salah dan tidak ber SDM, sehingga Yunus pun ditantang untuk berargument dengan tata cara yang benar.

Baca Juga :  Sekitar Rp 4 Milyar Anggaran Rapid Tes Untuk 33 ribu Anggota KPPS Banyuwangi

Sementara, menurut, M Yunus Wahyudi, saat di konfirmasi tentang berita yang beredar tersebut, justru tertawa terbahak bahak. Menurutnya percuma dirinya cari panggung karena sudah dikenal.

“Ngapain saya cari panggung, masyarakat Banyuwangi pastinya sudah banyak yang mengenal saya.” ungkapnya.

Masih menurut Yunus, kita semua punya keyakinan masing masing dan keyakinan itu harus dipertahankan.

“Saya meyakini apa yang saya perbuat itu benar menurut saya, dan siapa yang tidak percaya adanya Covid-19, saya tidak pernah mengatakan covid itu tidak ada, di mana-mana saya mengatakan bahwa covid-19 itu ada, namun di Banyuwangi kematian karena covid itu patut dipertanyakan, karena rata rata orang yang meninggal divonis covid itu mempunyai penyakit bawaan sebelumnya atau sering disebut komplikasi,“ tegas Yunus.

Baca Juga :  Surat Edaran Penugasan Tim Medis di Ponpes Mabadiul Ihsan Banyuwangi, Tim Medis Tangani Sejak Dini

Dengan adanya tanggapan ormas tersebut, Yunus justru berterima kasih karena selalu diperhatikan setiap gerakkannya.

“Saya terima kasih pada ormas tersebut, dengan itu kan menandakan bahwa mereka selalu memperhatikan gerakan-gerakan saya. Pastinya seluruh gerakan saya itu murni untuk masyarakat dengan dasar Amar ma’ruf Nahi mungkar,” jelasnya.

Menanggapi tantangan debat ormas tersebut, dirinya hanya tersenyum manis.

“Mereka itu siapa kok nantang saya debat, saya mau berdebat masalah ini dengan jajaran pemerintah yang berkompeten dibidangnya, agar semua masyarakat juga mendapat kejelasan yang pasti tentang kematian yang divonis covid-19 khususnya di Banyuwangi.”pungkasnya.

Pewarta: Abdul Konik
Editor: Redaksi Satukanal

    Kanal Terkait