Diskusi Makota Solution : Isu Penyetruman 4 Siswa Kemaren Sudah Selesai | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Diskusi Makota Solution : Isu Penyetruman 4 Siswa Kemaren Sudah Selesai

Satuchannel.com, Kota Malang – Acara Diskusi Makota Solution yang bertemakan ‘Pola Pembinaan Dalam Pendidikan Formal Pemkot Malang’, rabu (10/5), langsung soroti viralnya penyetruman 4 Anak SDN 3 Lowokwaru kemarin. Acara yang berlangsung di Aula Polres Malang Kota ini menghadirkan pihak-pihak terkait, termasuk para pakar dari berbagai disiplin ilmu.

Dalam hal ini, Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji turut hadir untuk memaparkan pendapatnya. Menurutnya, kejadian yang salah paham ini jangan terus berlarut.

“Sebentar lagi UN, kalo ke empat anak ini nilai UN-nya jelek pasti langsung ramai lagi karena isu setrum. Psikis kejiwaan mereka jadi terganggu lantaran ditanyai terus. Maka lebih baik kita luruskan barsama lewat jalur mediasi”, jelas Sutiaji kepada forum diskusi.

Baca Juga :  Warga Protes Air Bau Minyak Tanah, Pihak PDAM Malang Sarankan Tak Gunakan Air

Menanggapi hal ini, Kepala Diknas Kota Malang, Zubaidah setuju agar kasus ini tidak perlu dibahas lagi. Baginya, pihak SDN 3 Lowokwaru dengan ke-empat orang tua anak yang bersangkutan sudah menempuh jalur mediasi tanggal 28 April lalu.

“Kedua pihak setuju bahwa kasus ini selesai dengan menandatangani MOU yang dibuat bersama. Di atas materai, para orang tua sepakat bahwa guru memiliki kewenangan penuh dalam proses pembelajaran siswa termasuk hukumannya. Hal ini dibuat agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi kedepannya”, beber Zubaidah atas temuanya di lapangan.

Baca Juga :  Tim Satgas Reklame Terapkan Cara Style humble Dan Egaliter, Atasi Pemilik Reklame Guna Sadar Pajak

Ia menambahkan bahwa alat terapi listrik yang digunakan kepada siswa kemaren sebenarnya sering dipakai oleh para guru.

“Alat ini sudah diperiksa oleh ahli listrik dan hasilnya aman. Ini cukup buat terapi karena sering dipakai oleh guru juga. Anak-anak sendiri sebenarnya tidak mengalami hal-hal serius setelah diberi terapi”, ungkanya. (GUM)

Kanal Terkait