Diskominfo Jatim Upayakan Peran Media Sosial Dalam Pemerintah Daerah | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Diskominfo Jatim, Upayakan Peran Media Sosial Dalam Pemerintah Daerah
ADVERTORIAL STRAIGHT NEWS

Diskominfo Jatim Upayakan Peran Media Sosial Dalam Pemerintah Daerah

SATUKANAL.com, KEDIRI– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provisi Jawa Timur, mengupayakan peran media sosial sebagai penunjang publikasi pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan saat pergelaran acara pertemuan bersama Dinas Kominfo Kabupaten dan Kota Kediri diwilayah Bakorwil Madiun, serta dihadiri oleh puluhan pegiat media sosial.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kerjasama dan sinergi antara aparat pemerintah dan masyarakat dalam upaya mengoptimalkan media sosial dalam menunjang publikasi pemerintah daerah,” kata Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Bidang Komunikasi Publik Edi Supaji.

Baca Juga :  Penyidikan Kredit Macet BPR Kota Kediri, Kerugian Mencapai 2,4 Milyar

Terlaksana dari acara tersebut merupakan upaya Pemprov Jatim dalam menghadapi era keterbukaan informasi publik. Dimana, aparatur Negara dituntut untuk selalu meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan informasi yang cepat, tepat, murah, transparan dan akuntabel.

Diskominfo Jatim Upayakan Peran Media Sosial

Dalam hal acara bertajuk Kopilaborasi ini menghadirkan Tiga narasumber, yakni Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo, Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim, serta Alvian pemilik akun instagram Kediri Kuliner.

Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim sebagai salah satu narasumber mengatakan, sudut pandang terhadap kehadiran medsos sebagai wujud perkembangan teknologi informasi yang cepat.

Baca Juga :  BKD Kabupaten Kediri, Siapkan 893 Usulan Guru PPPK 2021

“Penggunaan media sosial telah membentuk dan mendukung cara baru masyarakat dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan berkolaborasi,” ungkapnya.

Dalam setiap penggunaannnya, ia juga memberi pesan supaya berhati-hati dalam berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan kontent di media sosial.

“Karena media sosial, dalam diskusinya, mereka sering kali terbawa suasana yang tidak terkendali, cenderung dan masuk pada ruang hukum,” pungkasnya.

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal 

Kanal Terkait