Dishub Batu: Laporkan Jukir Nakal Yang Tidak Beri Karcis - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Dishub Batu: Laporkan Jukir Nakal Yang Tidak Beri Karcis
Kanal Straight

Dishub Batu: Laporkan Jukir Nakal Yang Tidak Beri Karcis

SATUKANAL.com, BATU– Mulai April 2021 ini, Juru Parkir (Jukir) di Kota Batu tidak diperbolehkan melaporkan hasil penarikan retribusi secara manual. Mereka harus menyetorkan ke Dinas Perhubungan Kota batu retribusi secara manual. Hal ini merupakan bentuk pelaksanaan Perda No 3/2020 tentang Penyelenggaraan Parkir di Tepi Jalan Umum dan Pemungutan Retribusi Non Tunai.

Hari Juni Santoso selaku Kepala Bidang Perparkiran menyebut, dengan adanya kebijakan tersebut para pengguna parkir diminta untuk tidak segan-segan jika ada juru parkir yang melakukan pelanggaran. Menurutnya, para pengguna lahan parkir memiliki hak untuk mendapatkan karcis parkir.

Hari juga menghimbau agar para pengguna lahan parkir tidak takut protes jika haknya tidak diberikan. “Laporkan saja ke kami apabila menemukan adanya jukir yang bekerja tidak sesuai aturan. Kami akan memberikan pembinaan kepada Jukir itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Banjir Bandang Melanda Kota Batu-Malang, 15 Orang Hilang dan Jembatan Sengkaling-Tegalgondo Terputus

Lebih lanjut, Hari mengatakan bahwa jukir resmi adalah juru parkir yang memiliki nomor di jaket kerjanya. Nomor ini biasanya dapat dilaporkan ke Dinas Perhubungan (Dishub). “Untuk itu, kami himbau agar para jukir dapat bekerja dengan baik,” lanjutnya.

Mengingat, pembagian pendapatannya sudah terbilang cukup besar yaitu sebesar 60 persen untuk Jukir dan 40 persen untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. “Peraturan dan kebijakan ini dibuat untuk memperbaiki segala ketidaksesuaian. Jadi, sekali lagi kami minta aggar para jukir bisa bekerja dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, bagi jukir yang nakal ada sanksi yang harus ditanggunng. Bisa jadi sanksinya berupa pencopotan KTA. Untuk itu, ada tim pengawasan internal yang juga telah dibentuk untuk melakukan pemantauan. Kemudian, ada tim gabungan seperti Polres, Satpol PP dan Dishub yang berada di atasnya.

Baca Juga :  Nataru 2021-2022, Alun-alun Kota Batu Ditutup

Disebutkan pula, ada perubahan tarif retribusi parkir dalam peraturan yang baru. Kendaraan roda dua sebesar Rp 2000, mobil pribadi maupun pikap dan taksi sebesar Rp 3000. Bus mini dan kendaraan niaga sebesar Rp 5000.

Aturan baru itu berbeda dari Perda lama, di mana sebelumnya tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp 1000, roda empat Rp 2000, kendaraan niaga hingga bus sebesar Rp 5000 sampai Rp 10.000.

“Dengan adanya perubahan tarif ini, harapannya retribusi parkir tahun 2021 dapat mencapai target sebesar Rp 8,5 miliar dalam perhitungan bruto,” kata Hari menutup pernyataannya.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

 

Kanal Terkait