Diserang Ulat Grayak, Petani Bawang Merah di Kediri Merugi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
IMG20210901081709_copy_640x480_2-ac211130
BERITA Kanal Straight

Diserang Ulat Grayak, Petani Bawang Merah di Kediri Merugi

Satukanal.com, Kediri – Petani di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri beberapa pekan ini diresahkan adanya serangan ulat grayak menggerogoti tanaman bawang merah. Akibatnya tak tanggung-tanggung hasil panen merosot hingga 70 persen.

Syaumal Abidin salah satu petani Desa Paron mengungkapkan, hasil panen yang seharusnya berjumlah 2 Ton, kini hanya mampu dipanen 7,17 Kwintal.

“Produksi normal satu petak dapat luasan 1400 meter persegi biasanya mencapai 2 ton. Namun sekarang hanya 7,17 Kwintal, turunnya luar biasa,” ungkap Abidin, kepada satukanal.com, Rabu (1/9/2021).

Baca Juga :  OPS Tumpas Narkoba, Polresta Kediri: Peredaran Narkoba Meningkat 200 Persen

Dia mengatakan, serangan ulat grayak mengakibatkan hasil ukuran bawang merah menyusut. Sehingga hasil panennya berukuran lebih kecil dari biasanya.

Disebutkan oleh Abidin untuk menanam bawang merah modalnya sebesar Rp 12 juta. Namun saat musim panen ini ia hanya mampu menjual kepada tengkulak sebesar Rp 4,5 juta.

“Normalnya dipanen umur 65 – 70, kalau gak ada serangan ulat potensi panen bawang merah kita bisa bagus. Tapi karena kena serangan akhirnya seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, menurut data Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, serangan hama ulat gerayak telah menyerang lahan seluas 3,5 hektar milik petani yang berada di wilayah Desa Paron Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan Seksual, Dosen IAIN Kediri Diganjar Tiga Sanksi

Selain kerugian yang ditanggung, dampak serangan hama ulat gerayak, harga jual bawang merah hari ini pun anjlok. “Harga sendiri turun setingkat tengkulak itu, itu 7 – 8 ribu, kalau ditingkat pengecer masih 10 rb. Sedangkan norrmalnya harga jual dipasaran 12 – 14 ribu hari ini, Rabu (1/9/2021),” pungkasnya.

Pewarta: Anis Firmansyah 
Editor: Ubaidhillah

    Kanal Terkait