Disdag Akan Tertibkan Pedagang Yang Masih Bertahan Di Merjosari - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
pedagang berjualan di parkiran pasar (spesial for satuchannel)
BERITA

Disdag Akan Tertibkan Pedagang Yang Masih Bertahan Di Merjosari

Satuchannel.com, Kota Malang – Setelah penutupan resmi pasar penampungan sementara Merjosari yang dilakukan Dinas Perdagangan Kota Malang Minggu kemarin, ada sebagian besar pedagang masih memilih bertahan. Karena akses Pasar yang sebagian besar telah ditutup oleh seng, kini pedagang memilih untuk melakukan aktivitas berjualannya di pinggir – pinggir jalan dan di tempat parkir sebelah utara pasar.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan akan segera melakukan penertiban pada para pedagang itu. Dirinya mengakui, memang terdapat masalah ketika mekanisme penutupan dilakukan kemarin, yang menyebabkan penutupan tak bisa dilakukan secara penuh sehingga menyisakan peluang bagi pedagang untuk menempati sejumlah titik untuk tetap berjualan.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka Terbatas Dimulai, Prokes Jadi Nomor Satu
Area pasar merjosari sudah mulai dipagari (Aris)

“Memang kemarin, kita maunya selesaikan sehari karena jam sebelas, dua belas, itu masih ramai. Jadi baru sore ditutup secara penuh. Sementara ini akan terus dipantau. Karena itu pasti menggangu kondisi lalu lintas,” ujar Wahyu saat ditemui dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD hari ini.

Dalam hal ini, Wahyu juga menyoroti tentang adanya isu yang mengatakan bahwa parkiran yang ditempati pedagang berjualan, dikelola atas nama Junari itu merupakan lahan sewaan kepada Pemkot Malang yang telah berjalan selama 25 tahun. Dirinya dengan tegas tidak membenarkan hal itu.

Baca Juga :  Gelar Hari Kartini di KBP, Dorong Perempuan Muda Peduli
kepala dinas perdagangan saat ditemui di DPRD (Iqb)

“Itu tidak benar, jadi itu aset pemkot semua. Pada saat itu memang ada info kalo dulu parkiran itu sempat dipaving oleh Pak Junari, tapi kalau sewa itu tidak,” tukas Wahyu.

kondisi pasar merjosari (spesial for satuchannel)

Selain itu, saat ini kepala Dinas Perdagangan mengaku sedang mencari solusi berupa lahan atau lokasi untuk memindahkan para pedagang yang terpaksa tidak mendapatkan tempat setelah pasar sementara Merjosari itu ditutup. Sementara pihaknya masih melakukan survei.

” Yang pasti, Merjosari haru ditutup terlebih dahulu,” pungkasnya. (Iqb)

Kanal Terkait