SATUKANAL.COM
Disbudpar Geber Pelatihan Pemandu Wisata, Masyarakat Bisa Ikut
BERITA STRAIGHT NEWS

Disbudpar Geber Pelatihan Pemandu Wisata, Masyarakat Bisa Ikut

Satukanal.com – Sebagai kota wisata, Kota Malang memiliki kewajiban memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang datang. Baik itu turis domestik maupun mancanegara. Pemandu wisata punya peran penting di sini.

Melalui layanan yang baik oleh pemandu wisata, ada kemungkinan wisatawan ingin datang kembali ke Kota Malang. Atau, mereka menyampaikan cerita baik soal Kota Malang kepada keluarga dan temannya.

Sayangnya, saat ini jumlah pemandu wisata belum terlalu banyak. Padahal, kebutuhan akan pemandu wisata terus meningkat.

Kasi Promosi Wisata Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata) Kota Malang Agung H. Bhuana menyampaikan, saat ini pihaknya tengah memberikan pelatihan kepada masyarakat yang tertarik akan dunia wisata. Kegiatan pelatihan pemandu wisata itu dilaksanakan sejak September hingga pertengahan Oktober mendatang.

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

“Pelatihan pemandu wisata ini menggunakan anggaran dana alokasi khusus Kementerian Pariwisata RI yang diberikan kepada Disbudpar Kota Malang,” kata dia.

Kegiatan pelatihan tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kualitas dan jumlah pemandu wisata di Kota Malang yang lebih mumpuni dan profesional sesuai layanan guide. Sehingga, diharapkan jumlah wisatawan yang berkunjung terus mengalami peningkatan.

Kegiatan yang diberikan meliputi pelatihan untuk pemandu wisata sejarah, wisata budaya, dan wisata buatan. Jika ditotal, 120 orang dibutuhkan Pemkot Malang untuk dilatih dan dibina. Warga yang berminat diajak untuk bisa bergabung dalam pelatihan tersebut.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

“Bisa daftar, dan beberapa syarat yang dibutuhkan seperti memiliki KTP Kota Malang atau tengah bekerja di tour travel yang berada wilayah Kota Malang. Kemudian bersedia mengikuti kegiatan pelatihan sesuai dengan program selama tiga hari. Kegiatan ini tidak berbayar alias gratis,” ungkap Agung.

Kanal Terkait