Dipicu Faktor Pendidikan dan Kultur, Angka Pernikahan Dini di Banyuwangi Meroket - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
ilustrasi : hukumonline.com
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Dipicu Faktor Pendidikan dan Kultur, Angka Pernikahan Dini di Banyuwangi Meroket

satukanal.com, Banyuwangi – Pernikahan usia muda di Banyuwangi cukup tinggi. Hal tersebut tak lepas dari faktor rendahnya tingkat pendidikan serta kultur masyarakat.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Banyuwangi Luqman Al Hakim menyebut, pernikahan dini antara Januari- Juni  2021 saja, sudah ada 99 kasus.  “Dihitung sejak Januari hingga Juni saja pernikahan di bawah usia 20 tahun ada sekitar 99 kasus atau sebesar 10,3 persen,” katanya pada wartawan, Sabtu (7/8/2021).

Luqman menambahkan, pendidikan adalah faktor yang paling penting dalam kasus pernikahan dini. Semakin rendah pendidikan, maka kecenderungan terjadinya pernikahan juga akan semakin tinggi.

“Jika minat terhadap pendidikan itu rendah, minat belajar tidak ada, pengalaman juga minim, maka pernikahan dini semakin tinggi, Sehingga mungkin diperlukan juga inovasi inovasi di dunia pendidikan untuk kembali memberikan semangat minat belajar,” sambungnya.

Baca Juga :  Kemenparekraf Diskusi Tentang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Batu

Tak hanya itu, Luqman melanjutkan, selain minat pendidikan, juga dipengaruhi oleh banyak faktor lainya. Mulai dari kultur, budaya hingga agama.

“Biasanya di pengaruhi oleh nikah siri terlebih dahulu, itu kan juga berpengaruh, setelah nikah sirih kemudian ketika genap 19 atau 21 tahun mereka baru pergi ke KUA untuk diformalkan. Apalagi problem di masyarakat yang masih menganggap perempuan diatas 20 tahun kalau tidak menikah kan dianggap perawan tua. Lebih baik jadi janda dari pada perawan tua. Statemen tersebut masih banyak ditemui di masyarakat,” ujarnya.

Hal tersebut bisa menjadi tanggungjawab yang harus diselesaikan bersama oleh stake holder serta masyarakat. Mengingat dampak yang terjadi dari adanya pernikahan dini juga cukup besar. Baik dari segi kesehatan serta psikis dari anak-anak itu sendiri.

Baca Juga :  Sindikat Pemalsu Dokumen Antigen di Pelabuhan Ketapang Diciduk Polisi

“Inilah hal yang harus kita selesaikan bersama, baik dari pemerintah tokoh agama serta masyarakat untuk saling bahu membahu mencegah terjadinya pernikahan dini di Banyuwangi.” pungkasnya.

Data yang dihimpun dari kabarbesuki.pikiran-rakyat.com, pernikahan usia anak (sebelum 19 tahun) di Banyuwangi cukup tinggi. Pada tahun 2020, terdapat 763 dispensasi ijin dispensasi perkawinan anak.

Sesuai UU Nomor 16/2009 tentang Perkawinan, batas usia perkawinan bagi perempuan dan laki-laki adalah 19 tahun. Jika kurang dari 19 tahun, maka harus mengajukan dispensasi nikah di Pengadilan.

Pewarta : Abdul Konik

Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait