Diperiksa sebagai Kepala Bappeda, Sekda Kota Malang Kembali Ditanyai Mekanisme APBD-P - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Diperiksa sebagai Kepala Bappeda, Sekda Kota Malang Kembali Ditanyai Mekanisme APBD-P

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto kembali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi atas pengembangan kasus APBD-Perubahan Kota Malang 2015. Dia pun diperiksa sebagai kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang yang melekat pada dirinya saat itu.

Usai menjalani pemeriksaan di aula Polresta Malang pada Selasa (9/4/2019) sejak pukul 11.00 WIB dan keluar sekitar pukul 16.00 WIB, Wasto menyampaikan bahwa dirinya mendapat pertanyaan yang tak jauh berbeda dengan pertanyaan yang disampaikan dalam pemeriksaan sebelumnya. “Semuanya sama, terkait mekanisme APBD-Perubahan tahun 2015. Karena posisi saya saat itu adalah kepala Bappeda,” jelasnya kepada wartawan.

Beberapa pertanyaan berkaitan dengan uang pokok pikiran (pokir) hingga uang sampah yang memang ramai sejak mencuatnya kasus korupsi di Kota Pendidikan ini juga ditanyakan kepada Wasto. “Ditanyai tentang pokir dan uang sampah. Kalau itu (fee satu persen; red), saya nggak tahu,” jawabnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan setelah menetapkan tersangka baru, yaitu mantan Sekretaris Daerah Kota Malang Cipto Wiyono. Pemeriksaan berlangsung sejak Selasa (9/4/2019) dan akan kembali dilakukan pada Rabu (10/4/2019) besok.

Sementara pada pemeriksaan hari pertama ini, sederet saksi yang dipanggil di antaranya Wali Kota Malang Sutiaji, Sekda Kota Malang Wasto, Teddy Soemarna (kabid Bina Marga Dinas PUPR tahun 2015), nantan Kasubag Perencanaan dan Keuangan DPUPPB Kota Malang Retno Anggiri Purwandani, mantan Sekretaris BPKAD Kota Malang Totok Kasianto, hingga mantan anggota DPRD Kota Malang Subur Triono.

Kanal Terkait