Dinyatakan Positif Covid-19 Pasien di Banyuwangi Keluarkan Biaya Jutaan Rupiah - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Dinyatakan Positif Covid-19 Pasien di Banyuwangi Keluarkan Biaya Jutaan Rupiah
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Dinyatakan Positif Covid-19 Pasien di Banyuwangi Keluarkan Biaya Jutaan Rupiah

SATUKANAL.com, BANYUWANGI – Derita Muntama warga yang berdomisili di Desa Songgon ternyata bertubi-tubi, setelah divonis terkonfirmasi Positif covid-19 sesuai hasil test swab, dirinya masih harus mengeluarkan biaya mencapai jutaan rupiah.

Hal itu terjadi sekitar bulan September 2020 lalu, Muntama menjalani perawatan di rumah sakit Al-Huda Gambiran.

Menurut Musleh, salah satu keluarga Muntama saat dikonfirmasi menuturkan bahwa, Muntama sempat dirawat 2 hari di rumah sakit Al-Huda.

“Pada tanggal 27 bulan 9 kemarin, Bu Muntama di cek darah dan rapid test hasilnya reaktif lalu dilakukan uji swab dari uji itu hasilnya menunjukan positif covid-19, karena badannya sudah tidak terasa sakit, maka Muntama dan pihak keluarga memutuskan untuk meminta pulang, namun sebelum pulang pada tanggal 29 itu pihak keluarga harus merogoh kocek mencapai hampir 8 juta untuk biaya perawatan, bukankah jika sudah di vonis terkonfirmasi covid itu di tanggung pemerintah? Anehnya lagi, pada saat kepulangan itu tidak didampingi tenaga kesehatan sama sekali dari rumah sakit,” ujar Musleh.

Sedangkan menurut dr.Sugeng, Humas Rumah sakit Al-Huda ketika dikonfirmasi melalui saluran whatsapp-nya menjelaskan bahwa pasien memaksa untuk meminta pulang sehingga pihaknya tidak bisa menahan pasien.

Baca Juga :  TRC PPA Kolaburasi Bersama GKLD Banyuwangi Gelar Baksos Kepada Masyarakat

“Kasus pulang paksa pasien yang dirawat dengan covid jarang terjadi. Sebelum pulang paksa kita selalu koordinasi dengan PIC PKM wilayah. Kita tidak bisa menahan pasien atau keluarga, resiko terjadi tindak kekerasan terhadap petugas dan kerusakan properti Rumah Sakit. Sudah pernah terjadi pasien merusak pintu dengan memecah kaca,” tutur dr Sugeng.

Masih menurut Sugeng, masalah biaya pihaknya belum bisa memastikan apakah bisa di klaim kemenkes atau tidak jika pulang paksa.

“Tentang biaya, karena pasien pulang paksa, kita tidak bisa memastikan apakah Kemenkes mau menanggung biaya pasien covid yang pulang paksa (ada bukti pernyataan keluarga). Sehingga keluarga membayar dulu biaya perawatan. Sambil kita berusaha klaim ke Kemenkes. Jika klaim bisa cair, maka biaya akan kita kembalikan, yang penting kita sudah mengupayakan dulu,” imbuhnya

Disinggung terkait kepulangan pasien tanpa didampingi tenaga medis, dr. Sugeng menjelaskan bahwa jika kepulangan normal maka selalu dijemput puskesmas setempat.

“Kalau pasien covid pulang normal, Selalu di jemput oleh petugas dari puskesmas wilayah, bukan dari Rumah sakit,” pungkasnya.

Baca Juga :  DPRD Ali Mahrus Serahkan Alat Bantu Hadrah ke Pemuda Ansor Kunir Banyuwangi

Sementara Menurut dr. Dwi Prihatiningsih, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan, Dinas kesehatan Kabupaten Banyuwangi saat dihubungi masih akan mengklarifikasi pihak rumah sakit.

“Kami masih menunggu klarifikasi terkait kronologi dari Rumah Sakit, Kalau untuk pasien pulang APS ( atas permintaan sendiri), faskes tidak bisa memaksa, karena semua tindakan termasuk rawat inap, harus atas persetujuan pasien atau keluarga. Untuk pasien yang pulang APS yang sekarang sudah berjalan, akan dikomunikasikan dengan puskesmas setempat. Untuk pemantauan selanjutnya Rumah sakit berkewajiban memberi penjelasan, bagaimana bahaya, resiko, dan seterusnya,” ungkapnya

Tidak senada dengan dr.Sugeng, Kepala Dinas Kesehatan yang juga sebagai juru bicara satgas penanganan covid-19 Kabupaten Banyuwangi, dr. Widji Lestariono menuturkan semua biaya pasien covid-19 ditanggung pemerintah.

“Semua pasien yang sudah terkonfirmasi Covid-19 seluruh pembiayaan perawatannya akan ditanggung pemerintah. Dan tentunya harus dilakukan penatalaksanaan dengan protokol kesehatan, namun soal kepulangan dan penetapan kesembuhan pasien Covid di Rumah sakit bergantung pada dokter yang merawat.” singkat dokter yang akrab disapa Rio tersebut.

 

Pewarta: Abdul Konik
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait