Dinsos Kabupaten Kediri, Lakukan Koordinasi dengan 9 Desa Ekslokalisasi PSK - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Dinsos Kabupaten Kediri, Lakukan Koordinasi dengan 9 Desa Ekslokalisasi PSK
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kabupaten Kediri, Suharsono
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Dinsos Kabupaten Kediri, Lakukan Koordinasi dengan 9 Desa Ekslokalisasi PSK

SATUKANAL.com, KEDIRI – Razia dan himbauan untuk menghentikan kegiatan operasional Pekerja Seks Komersial (PSK) di Ekslokalisasi di Kabupaten Kediri, tenyata belum mampu menjadi solusi. Sehingga masih perlu upaya pendekatan-pendekatan lain, seperti pemberian pelatihan kompetensi dari Dinas Sosial (Dinsos).

Perihal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kabupaten Kediri, Suharsono, saat selesai melakukan koordinasi dengan 9 (sembilan) Kepala Desa Ekslokalisasi PSK yang berada di Kabupaten Kediri. Koordinasi dilakukan untuk melakukan pendekatan kepada pihak yang terlibat dalam kegiatan pembinaan pelatihan di Dinsos Provinsi Jatim UPT RSBKW Kediri.

“Sudah kita upayakan ditutup. Tapi masih sembunyi-sembunyi beroperasi. Dengan pendekatan-pendekatan kepada mereka, kita berupaya memberikan pelatihan dari Dinas Sosial,” ucap Suharsono, kepada Satukanal.com, Senin (28/12/2020).

Baca Juga :  Pembaharuan Aturan Vaksinasi Tahap Dua di Kota Kediri

Pendekatan oleh pihak Dinsos, nantinya akan melibatkan Kepala Desa, Pemilik wisma dan PSK ekslokalisasi. Lebih lanjut, akan diberikan arahan untuk mengikuti pelatihan di Dinsos Prov. Jatim UPT RSBKW Kediri. Dsebutkan beberapa pelatihan yang dilakukan seperti Tata Rias, Tata Boga, dan Tata Busana.

Suharsono mengungkapkan, sambutan dari para Kepala Desa yang menghadiri undangan koordinasi pelatihan sangat bagus. Program tersebut nantinya sangat membantu untuk meminimalisir kegiatan operasional PSK di ekslokalisasi.

“Ada 9 desa yang kita undang, di wilayah timur ada Kandangan, Pare, Gurah, Wonojoyo, Ngasem, Ngadiluwih, Keras, Grogol, dan Wates. Setelah pendataan dari teman-teman, kebanyakan PSK bukan dari wilayah Kabupaten Kediri. Melainkan dari pendatang (luar daerah),” terangnya.

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi, Berpotensi Peningkatan Nyamuk DBD di Kabupaten Kediri

PSK yang terdata bukan dari Kabupaten Kediri, pihak Dinsos akan meminta untuk kembali ke daerah asal masing-masing. Tentunya hal tersebut tidak serta merta akan dilakukan secara spontanitas. Pihak Dinsos akan kembali melakukan pendekatan daripada Kepala Desa, Pemilik Wisma, dan para PSK.

“Dinsos setiap tahun memiliki pembinaan. Pengadaan razia juga tetap kita laksanakan. Unjung-ujungnya nanti, kita upayakan pembinaan ke ekslokalisasi PSK. Memang ini bentuk pembinaan dari dinas sosial,” tandas Suharsono.

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait