SATUKANAL.COM
Kepala SMPN 1 Kediri
Kepala SMPN 1 Kediri Marsudi Nugroho. (Foto: istimewa)
BERITA ISU PILIHAN STRAIGHT NEWS

Dikirimi Somasi, Kepala SMPN 1 Kediri: Saya Tidak Menerima

SATUKANAL, KEDIRI – Menanggapi somasi yang dilayangkan kepada SMPN 1 Kediri oleh kuasa hukum siswa bernama D, Mohammad Mahbuba, Jumat (6/3/2020), Kepala SMPN 1 Kediri mengaku tak tahu menahu.

Kepala SMPN 1 Kediri Marsudi Nugroho menyebut tidak menerima surat tersebut. Permasalahan tersebut juga sudah selesai akhir Januari lalu.

Kepada Satukanal.com, Marsudi mengatakan penyelesaian secara kekeluargaan sudah dilakukan.

“Penyelesaian secara kekeluargaan sudah. Setelah tanggal 30 (Januari), D saya panggil, omong-omongan, malah dia pertama datang minta maaf. Bahkan menyatakan senang sekolah di sini,” ungkap Marsudi.

Marsudi menegaskan tidak ada aksi perundungan di sekolahnya. “Tidak ada bullying. Tidak ada,” katanya kepada awak media.

Soal kabar bahwa ia menyebutkan nama D di pertemuan OSIS, Marsudi mengatakan rapat tersebut sudah direncanakan sepekan sebelum D izin pulang lebih awal pada 24 Januari lalu. Hal-hal yang dibahas dalam rapat OSIS tersebut, di antaranya soal kesehatan siswa dan kedisiplinan ekstrakurikuler.

“Masalahnya (yang dibahas saat rapat), terkait kesehatan anak karena saat itu ramai-ramainya virus corona, kalau sakit, diobati dulu sampai sembuh, sehingga tidak sampai sakit di sekolah karena tidak ada dokter dan perawat. Kemudian terkait ekstrakurikuler, banyak yang izin ekstra, padahal prestasi SMPN 1 karena ekstra,” terang Marsudi.

Baca Juga :  Half Marathon Pertama, Perempuan Asal Magelang Sabet Juara di Kediri

Kepada awak media, Marsudi menceritakan kronologi yang dialami D pada akhir Januari lalu. Saat itu, D mengajukan izin lebih awal dan diizinkan sekolah. Guru waka (wakil kepala sekolah) saat itu memberi pesan kepada D agar memperhatikan kehadiran ekstrakurikuler. Sebab, jika tidak masuk, siswa akan mendapat nilai 0.

Hal yang disampaikan guru tersebut, kata Marsudi, berupa motivasi. Namun, motivasi tersebut diterjemahkan sebagai ancaman dan dituliskan di media sosial oleh K, orang tua D. “Jadi, orang tua malah membully SMPN 1 di media sosial,” tukas Marsudi.

“Karena sudah masuk media sosial, banyak orang tua dan anak menyampaikan ke saya, ‘Pak jangan sampai berlanjut anak-anak izin ekstra, nanti ekstranya jadi terganggu di SMPN 1’,” lanjutnya.

Namun, hal tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Marsudi bahkan membacakan pesan singkat orang tua D kepadanya. “Bapaknya sudah menyampaikan begini, ‘Mediasi perlu, arogan tidak boleh. Slogan sekolah favorit dan ramah anak harus dijaga bersama. Terima kasih komite dan Pak Marsudi bersedia memberikan aturan sekolah yang nyaman buat anak-anak, tetapi disiplin dan berakhlak tanpa mengedepankan arogan kepemimpinan. Anda luar biasa sekali, terima kasih Pak, saya akan tetap menyerahkan sepenuhnya anak saya ke pihak sekolah untuk dididik dengan aman, nyaman, disiplin, dan berprestasi.’ Jadi sudah selesai itu,” ujar Marsudi.

Baca Juga :  Sembuh, Pasien Positif Covid-19 Asal Blitar Pulang

Marsudi juga mengaku tidak menerima somasi yang dilayangkan kepada sekolah yang dipimpinnya. Terlebih, ia menganggap hal tersebut sudah selesai, salah satunya berkat fasilitasi komite sekolah.

Ia juga mengatakan sejauh ini D masuk sekolah seperti biasa. Marsudi tidak tahu-menahu soal D yang sampai ditangani psikolog.

“Tidak ada (bullying). Anaknya juga tetap sekolah. Tadi pagi di ruang agama Kristen saya memotivasi mereka semua. (D) masih sekolah,” kata Marsudi.

Seperti diberitakan sebelumnya, D diduga menerima perundungan dari teman-temannya. Hal tersebut bermula dari dirinya yang izin pulang lebih dulu saat jam ekstrakurikuler berlangsung. Namun, beberapa hari kemudian, namanya disebut saat rapat kepala sekolah bersama pengurus OSIS.

Dijelaskan oleh Marsudi, setiap siswa membuat surat pernyataan saat diterima di sekolah favorit di Kediri tersebut. Isi surat pernyataan tersebut antara lain kesanggupan untuk mengikuti pelajaran agama, mematuhi peraturan sekolah, dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai jadwal. SMPN 1 Kediri selama ini dikenal berprestasi dari ekstra kurikulernya.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait