SATUKANAL.COM
BERITA

Dikelilingi Pemandangan Indah, Kafe Ubi Sediakan Sensasi Spot Foto

Nama kuliner yang satu ini: Kafe Ubi. Tidak hanya menyediakan masakan lezat dan murah serta berciri khas Kota Batu. Kafe ini juga sangat cocok buat berswafoto bersama teman, keluarga dan sanak famili.

Jaraknya kurang lebih 200 meter dari jalan raya. Masuk Dusun Ngujung – Desa Pandanrejo, Kacamata Bumiaji. Kafe Ubi itu menawarkan sensasi yang menggugah emosi. Sebab, titik lokasinya di tengah persawahan dan lahan pertanian warga setempat.

Sehingga, pengunjung dan wisatawan, selain mencicipi kelezatan masakan, juga bisa melihat keindahan alam yang eksotik. Dari sudut ruangan, para pengunjung disambut rambatan tanaman asli. Bak memasuki taman indah.

Kafe Ubi dikelilingi sayur mayur serta buah-buahan yang menggantung. Menyatu dengan alam nan hijau. Sehingga merangsang gairah lidah untuk menikmati masakan yang disajikan.

Meskipun dengan menu sederhana, jiwa terasa tenang karena diiringi embusan angin yang menjadikan piknik punya makna dan suasana batin berbeda. Pecah sudah santapan kuliner berciri khas pegunungan.

Suhartin, owner Kafe Ubi, mengungkapkan bahwa dirinya memang berkeinginan mengangkat makanan rakyat namun bercirikan khas Kota Apel. Karena itu, di kafenya tersedia sayur rebus, tempe, terong goreng, dan ikan kelotok. Tidak ketinggalan ada sambel dari bahan yang tidak jauh dari produk pertanian dan persawahan setempat.

“Menu utama adalah masakan rakyat tempo dulu. Apa yang ada di lahan. Kulupan dan ikan kelotok. Pesan, baru dimasak. Biar hangat. Juga memanfaatkan produk dari sesama petani. Misal kopi hasil petani lokal,” kata perempuan yang punya hobi menyanyi selain lagu jazz ini kepada BatuTIMES.

Lulusan SD Pandanrejo 02 Batu dan SMP Islam 01 Batu ini mengisahkan, nama Kafe Ubi berasal dari kebiasaan istri Slamet tersebut menanam ubi di lahan pertanian miliknya. sehingga nama kafe tidak jauh-jauh dari rutinitas setiap hari. Dan muncullah nama: Kafe Ubi.

“Karena suka tanam ubi di sela-sela tanaman di sawah. Kewalahan juga memakan ubi. Buat camilan,” jabar anak pasangan Sarbini dan Sunanik itu.

Namun, ibu dari Nurzelynda Avelina tersebut menerangkan, meskipun ia seorang petani biasa, ide dan pikiran harus kreatif dan inovatif. Memiliki cakrawala luas seperti orang Eropa dan Amerika. Hal itu membuat ia terus bergelora dan membuat objek wisata di desanya menggeliat dan mendatangkan lebih banyak wisatawan.

Tamu yang datang ke Kafe Ubi dari banyak kota. Ada yang dari Gresik, Mojokerto, Surabaya, dan Medan. Kemudian, datang dari Purwokerto, Bandung, Bogor, dan Jakarta. Para pengunjung disambut juga dengan hidangan polo pendem juga.

Suhartin punya gambaran untuk masa depan bahwa petani harus bisa mau berpikir maju dan bekerja keras mengangkat potensi desa. Makanya, Kafe Ubi juga menyediakan paket wisata: Tubing Kali Lanang serta petik stroberi dan petik sayur.

“Pertama kali buka Kafe Ubi pada pertengahan Juni 2019. Mulai pukul 10.00 sampai 16.30 setiap hari buka. Rata-rata 200 pengunjung yang datang,” ungkap perempuan kelahiran 1976 ini.

Sementara itu, koordinator PPL Pandanrejo Nurul Widiyawati menambahkan, Kafe Ubi punya ciri khas sendiri. Sebab, nuansa makan di tengah-tengah sawah sehingga hati jadi terpaut. Apalagi, wisatawan bisa melihat secara langsung hamparan sawah yang indah. Juga ada hamparan kebun mawar dan petik stroberi.

“Masakan menu ndeso. Yang paling enak ikan asin kelotok dan nasi jagung. Wow mantap. Bikin kerasan. Karena kafenya bagus, juga bisa buat selfi dan edukasi seputar pertanian di Pandanrejo,” kata Nurul.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Pandanrejo Abdul Manan menambahkan, Kafe Ubi sangat bagus dan layak dibuat promosi paket wisata di Kecamatan Bumiaji. Sebab, lokasinya nyaman dan aman buat para wisatawan lain yang hendak berlibur dan bertukar pikiran.

“Kafe Ubi adalah tempat untuk memunculkan inovasi. Tempat yang ramah lingkungan. Juga hidangan ala desa dulu bisa diicip,” tutup Abdul Manan kepada JatimTimes.

Kanal Terkait