Diintimidasi Ormas, Bedah Buku Di FISIP UB Dibatalkan | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Diintimidasi Ormas, Bedah Buku Di FISIP UB Dibatalkan

Satuchannel.com, Kota Malang – Diskusi bedah buku “Salju Di Aleppo” yang rencananya digelar oleh Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) FISIP hari Jumat ini, (5/4) di Gedung Prof. Darsono FISIP UB terpaksa dibatalkan, hari Kamis kemarin.

Ini lantaran penyelenggara mendapat tekanan atau intimidasi dari sejumlah kalangan terutama salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) keagamaan Jama’ah Ansharusy Syariah Mudiriyah Malang Raya. Mereka meminta agar acara tersebut dibatalkan.

Mendapati adanya tekanan tersebut, secara sepihak kampus melalui jajaran rektorat dan dekanat memutuskan untuk membatalkan acara tersebut. Saat dikonfirmasi Kamis malam (4/5), pihak penyelenggara membeberkan Kronologis hingga rencana acara bedah buku dibatalkan.

“Terdapat tekanan dari banyak elemen, baik dari internal maupun eksternal kampus. Pihak kampus akhirnya merespons itu dengan pembatalan acara,” tutur Yustika Citra Mahendra, salah satu Dosen Program Studi HI yang juga menjadi anggota penyelenggara acara ini.

Ia menjelaskan kronologi kedatangan ormas tersebut. Sekitar kamis sore, ada 4 orang perwakilan mendatangi pihak penyelenggara di kantor Program Studi HI yang berada di Gedung FISIP, sempat terjadi dialog antara pihak ormas dengan perwakilan dosen. Mereka yang ditemui intinya meminta untuk membatalkan acara tersebut. Menurut perwakilan ormas keagamaan tersebut, acara yang dihadiri penulis buku “Salju Di Aleppo”, Dina Sulaiman ini, dianggap menyebarkan paham sesat Syi’ah.

“Mereka memganggap pembicara yang hadir adalah orang syiah, dan menurutnya mengancam dan meyebarkan ajaran sesat,” ujar Yustika yang menerima kedatangan ormas tersebut.

Selain meminta dibatalkan, perwakilan dari ormas keagaman itu juga melakukan intimidasi kepada pihak penyelenggara. Ancaman keselamatan dan pembubaran secara paksa dengan mendatangkan sejumlah massa apabila acara tersebut tetap diselenggarakan.

Atas kejadian tersebut, pihak penyelenggara hanya bisa mengikuti ketetapan dari pihak dekanat UB yang memutuskan untuk membatalkan acara itu dan menyayangkan atas adanya tindak intervensi dan intimidasi tersebut.

“Yang disayangkan adalah mimbar akademik yang harus terkorbankan dengan kepentingan kelompok-kelompok tertentu,” pungkas Pria yang kerap dipanggil Mahe ini.

Sementara itu, terkait pembatalan acara ini pihak dekanat FISIP UB juga telah mengonfirmasi. Melalui pesan WhatsApp-nya, Dekan FISIP UB, Unti Ludigdo menyampaikan bahwa acara tersebut memang dibatalkan. Ia menganggap untuk saat ini acara tersebut belum bisa diselenggarakan dengan alasan keamanan.

“Kami berusaha tetap menjaga kebebasan akademik, tetapi untuk saat ini kondisi ideal belum sepenuhnya dapat diwujudkan karena dinamika masyarakat yang belum mendukung,” tutur Unti.

Dirinya juga berharap acara pembatalan ini tidak menyurutkan gairah dan upaya para akademisi FISIP untuk mengasah daya intelektual dan kecendekiannya. (Iqb)

Kanal Terkait