Difabel asal Jombang Ini Memutar Roda Kehidupan dengan Sepeda Pemberian Gus Dur - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Sugiono setiap harinya harus menempuh jarak 10 km menuju tempat kerjanya. (foto: Anggit Puji/satukanal.com)
Kanal Figur Kanal Highlight

Difabel asal Jombang Ini Memutar Roda Kehidupan dengan Sepeda Pemberian Gus Dur

Demi sekolah anak, Sugiono penyandang disabilitas di Jombang ini mengais nafkah sebagai juru parkir. Dengan tangannya, pria 56 tahun ini mengayuh sepeda pancal pemberian almarhum Gus Dur, Presiden RI ke-4 selama dua jam setiap harinya menuju tempat kerjanya. Sosok teladan dalam perjuangan hidup.   

Anggit Puji Widodosatukanal.com

Sepeda dengan tiga roda itu mulanya kursi roda. Namun, Sugiono memodifikasinya di sebuah bengkel. Walhasil, kursi roda bertranformasi menjadi sepeda spesial: bagian pancal diletakkan di bagian depan. Demi memudahkan tangannya mengayuh.

Sepeda spesial itulah yang menjadi kendaraan sehari-hari Sugiono. Kondisi kakinya tidak memungkinkan Sugiono untuk berjalan. Dia mengandalkan sepeda itu ke mana-mana. Mengayuh dengan tangan. Baik saat beraktifitas ke suatu tempat atau menuju ke tempat kerjanya.

Baca Juga :  Ratusan Santri Ponpes Tambakberas Jombang di Vaksin
Sugiono, teladan dalam perjuangan hidup. (foto: Anggit Puji/satukanal.com)

Sepeda roda tiga itu sudah usang. Namun, Sugiono enggan menggantinya. Ada sejarah yang membuat sepeda itu begitu bernilai. “Sepeda ini dari almarhum Gus Dur saat menjabat sebagai Presiden Indonesia” ungkapnya.

Dari rumahnya di Dusun Ngemplak, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Sugiono menemuh perjalanan selama dua jam perjalanan untuk tiba di tempat kerjanya, di depan sebuah toko di Jalan Wahid Hasyim, Jombang. Jarak antara rumahnya dengan tempatnya bekerja sebagai juru parkir 10 kilo meter. Memang tidak begitu jauh jika ditempuh dengan perjalanan normal.  Namun, karena Sugiono mengayuh dengan tangan, perjalanannya menjadi lambat.

Begitulah keseharian Sugiono. Dia menjadi juru parkir dari pukul 08.00 – 17.00 WIB. Sudah sekitar 10 tahun, Sugiono bekerja sebagai juru parkir. Meski lelah, tak ada alasan  untuk menyerah. “Saya tetap semangat mencari nafkah dengan kondisi apapun. Ini untuk sekolah anak,” paparnya.

Baca Juga :  Perpres Dana Pesantren Diteken, Ketua PCNU Jombang : Langkah Maju

Setelah bercerai dengan mantan istrinya, Sugiono hidup tinggal bersama anaknya. Dengan keterbatasannya, dia berhasil mengantar anaknya lulus SMA.

Dilansir dari tempo.co, saat ini ada 17,74 juta orang penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang merupakan penyandang disabilitas.

Tapi dari jumlah tersebut, menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, sebanyak 7,8 juta orang saja yang masuk ke angkatan kerja. Sehingga, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) disabilitas hanya 44 persen.

Hanya 7,5 juta saja yang bekerja. Sementara, 247 ribu lainnya menganggur. Sehingga, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada kelompok disabilitas ini mencapai 3 persen.

Pewarta : Anggit Puji

Editor : Danu Sukendro

 

 

Kanal Terkait