Diduga Palsukan Sertifikat, Oknum ASN Pemkot Malang Duduk di Kursi Pesakitan Feb 21, 2019 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Diduga Palsukan Sertifikat, Oknum ASN Pemkot Malang Duduk di Kursi Pesakitan Feb 21, 2019

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang, yakni Dandung Jul Hardjanto (58), telah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang dan dititipkan di Lapas Lowokwaru.

Bukan Tanpa sebab, ia diduga telah melakukan penipuan dan pemalsuan dokumen sertifikat tanah milik PT Sapta Tunggal Surya Abadi (STSA) saat masih menjabat sebagai Lurah Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Kota Malang, Noviandri Andra membenarkan akan penahanan terhadap oknum PNS yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Promosi dan Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Dandung sendiri baru saja menjalani sidang perdana kemarin (20/2/2019) di Pengadilan Negeri Malang. Diketahui pada dakwaan sidang, Dandung melakukan pemalsuan sertifikat tanah milik PT STSA, sehingga aset tanah di Pasar Blimbing tersebut, kemudian dikuasai oleh pihak ketiga.

Baca Juga :  Pemkot Malang Gelar Bimbingan Teknis Metode Cara Tepat Baca Kitab Kuning

Dalam jalannya melakukan aksi tersebut, Dandung meminta bantuan dari seseorang bernama Andriono (46) warga Perumahan Puri Kartika Asri, Kelurahan Tasikmadu, Kota Malang, dalam kepengurusan berkas dari 20 kavling aset tanah yang merupakan milik PT STSA. Hingga ahkirnya, Andriono ikut menjadi terdakwa bersama Dandung.

Dan dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga sempat menyebut beberapa nama ASN. Pasalnya dalam proses pengurusan dokumen aset yang dilakukan Andriono tersebut harus melalui oknum nama-nama ASN yang disebut.

Mereka yang disebut, yakni berinisial S dan juga HP. HP sendiri saat itu merupakan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Dalam pemecahan sertifikat sendiri, ditegaskan JPU terdapat dokumen yang dipalsukan. Dan itu juga termasuk tanda tangan beberapa pihak.

Baca Juga :  Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Walikota Sutiaji Pimpin Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam

Sementara itu, Kepala Kejari Kota Malang, Amran Lakoni, ketika ditemui di Kantor Kejari (21/2/2019), masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus yang menjerat oknum ASN Pemkot Malang tersebut. “Nantilah, tunggu Kasi Pidum dulu, biar nanti lebih jelas detailnya,” ujarnya

Disisi lain, Kuasa Hukum dari terdakwa Andriono, yakni Sumardhan menjelaskan, bahwa dalam dakwaan JPU pada persidangan (20/2/2019), dinilai tak tepat. Pasalnya dalam hal ini kasus tersebut seharusnya masuk ranah perdata.

Hal ini beralasan. Sebab kliennya ini merupakan pihak swasta yang hanya menjual jasa untuk melakukan kepengurusan dokumen sertifikat tersebut. “Jadi Andriono hanya menguruskan saja, atas permintaan Dandung. Karena itu Harusnya lewat sidang perdata bukan pidana,” pungkasnya

Kanal Terkait